Jakarta –

Peran industri otomotif dalam konservasi tidak hanya sekedar memproduksi mobil rendah emisi. Selanjutnya, pabrikan harus mulai merawat lingkungan di dapurnya sendiri, dalam proses produksinya.

Tentu hal ini juga menjadi perhatian para produsen mobil setelah banyak lembaga pengawas lingkungan yang melirik kegiatan produksinya. Jaguar Land Rover memiliki caranya sendiri dalam mengurangi residu karbon dari produksinya.

Merek asal Inggris yang sahamnya dikuasai Tata Motors ini telah meriset proses baru yang memungkinkan mereka mengolah limbah aluminium dari peralatan rumah tangga dan kendaraan yang sudah tidak digunakan lagi lalu mengubahnya menjadi mobil baru. Menurut riset Jaguar Land Rover, skenario ini bisa mengurangi emisi karbon hingga 26 persen.

Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari USD2,6 juta & # 39; REALITAS & # 39; proyek dalam kemitraan dengan Brunel University UK dan didanai bersama oleh Innovate UK. Para insinyur mencampurkan komponen aluminium daur ulang dengan jumlah aluminium primer yang lebih rendah untuk membentuk paduan prototipe baru yang sesuai dengan kualitas proses manufaktur Jaguar Land Rover saat ini.

"Proyek ini telah memungkinkan kami, untuk pertama kalinya, memulihkan aluminium kelas otomotif premium dari kendaraan bekas dan menggunakan kembali sifat uniknya. Potensi dalam proses produksi ini adalah mengurangi dampak CO2 serta membantu kami menggunakan kembali lebih banyak aluminium," kata Kepala manajer proyek REALITY di Jaguar. Land Rover, Gaelle Guillaume.

Jaguar Land Rover menjelaskan bagaimana mereka bisa menjaga kualitas bahan aluminium yang mereka gunakan meski tercampur dengan bahan sisa dalam pembuatan mobil. Sekarang mereka bisa mengolah sendiri limbah aluminium dari kendaraan yang biasanya dikirim ke negara pengolah khusus sendiri. Salah satu contoh mobil jadi yang menggunakan bahan ini adalah produk andalan mereka, Jaguar I-Pace.

Aluminium rumah tangga yang bisa ditemukan di kaleng minuman, aerosol, baki makanan foil, dan tutup botol juga disertakan dalam racikan aluminium pabrikan mobil. Menurut Asosiasi Aluminium, hampir 75 persen dari semua aluminium yang diproduksi di AS dan Eropa masih digunakan sampai sekarang, pada saat yang sama aluminium daur ulang menggunakan energi sekitar 90 persen lebih sedikit daripada yang dibuat dari bahan mentah.

Cara ini dikatakan sangat tepat untuk dikembangkan seiring dengan arah industri menuju kendaraan listrik dan mobil otonom. Budaya baru dikatakan kompatibel dengan sistem produksi daur ulang ini.

"Saat kami beralih ke masa depan yang otonom, terhubung, dan elektrik, ini akan memungkinkan Jaguar Land Rover merekayasa paduan daur ulang ini ke dalam jadwal produksi yang ketat untuk lebih meningkatkan manfaat efisiensi," tambah Guillaume.

Tonton Video "Pastikan Ini Sebelum Kembali Ke Drive Grab Wheels"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lth)