Jajaran kendaraan Tesla termasuk Cybertrucks yang membutuhkan baterai besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tesla Inc sepakat mengakuisisi perusahaan Jerman, ATW Automation, pemasok yang merakit modul baterai dan paket untuk industri otomotif. Reuters melaporkan pada Sabtu (3/10) bahwa ATW, anak perusahaan Automation Tooling Systems Inc Canada (ATS), berada di ambang likuidasi karena turunnya pesanan.

ATS mengumumkan pada 25 September bahwa aset dan karyawan tertentu di salah satu unitnya yang berbasis di Jerman akan dijual dan ditransfer ke pihak ketiga. ATS belum mengungkapkan nama perusahaan.

ATW, yang berbasis di Jerman Barat, memiliki sekitar 120 karyawan. Menurut situs ATS, perusahaan tersebut telah menyelesaikan lebih dari 20 jalur produksi baterai untuk pembuat mobil internasional tersebut.

Tesla berencana untuk meningkatkan produksi baterai secara signifikan di tahun-tahun mendatang. Baru-baru ini, perusahaan juga mempresentasikan inovasi yang dikatakan akan mengurangi biaya paket baterai secara tajam dalam tiga tahun ke depan.

Perusahaan saat ini sedang membangun fasilitas manufaktur kendaraan ketiganya di dekat Berlin. Di dalam fasilitas tersebut juga akan terdapat pabrik baterai, dan bertujuan untuk memulai pembangunan pabrik kendaraan baru di Texas tahun ini.

Lini kendaraan Tesla di masa depan termasuk Cybertruck yang membutuhkan kapasitas baterai lebih tinggi.

Tesla sebelumnya mengatakan telah mengirimkan 139.300 kendaraan secara global pada kuartal ketiga. Perusahaan menargetkan bisa mengirimkan setengah juta kendaraan hingga akhir tahun ini.

sumber: antara