Varian Tesla Model 3 terbaru akan hadir dengan penggerak roda belakang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tesla saat ini dilaporkan meminta persetujuan dari regulator Tiongkok untuk membangun varian baru Model 3 di negara tersebut, lapor Carscoops, Minggu (16/2).

Seperti Model 3 yang ada buatan China, varian terbaru ini akan hadir dengan penggerak roda belakang. Varian ini menawarkan jangkauan lebih dari 240 mil atau 400 Km.

Tesla baru mulai mengirim mobil dari pabriknya di Shanghai pada bulan Desember, tetapi Model 3 dengan jangkauan yang lebih panjang dan all-wheel drive masih tersedia melalui impor.

Tesla melanjutkan produksi di Shanghai minggu ini setelah pemerintah China mengakhiri liburan panjang karena wabah virus korona. Awal tahun ini, Tesla menurunkan harga pada Model 3 yang dibuat di China sebesar 16 persen dari 355.800 yuan menjadi 299.050 yuan (sekitar Rp. 587 juta) setelah subsidi lokal.

Tesla juga ingin menggandakan jumlah stasiun pengisian baterai dan pusat layanan di Cina tahun ini, dan untuk meningkatkan produksi Model 3 di pabrik Shanghai yang baru. Tesla ingin memproduksi 250 ribu kendaraan per tahun, termasuk crossover Model Y.

Shanghai Gigafactory telah menghasilkan 1.000 kendaraan per minggu atau sekitar 280 mobil per hari. Dengan hanya 30 persen dari rantai pasokan Tiongkok yang diproduksi secara lokal, Tesla berencana untuk memasok semua bagian atau bagian yang dibutuhkannya dari pemasok China pada akhir tahun ini.

sumber: Antara