Tesla memenangkan hati mantan karyawannya, Martin Tripp, yang melakukan peretasan data.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Produsen mobil listrik AS Tesla memenangkan gugatan atas kasus peretasan data yang dilakukan oleh mantan karyawannya. Sebelumnya, karyawan tersebut telah dikeluarkan dari perusahaan karena meretas data, kemudian mengirimkan informasi tersebut ke perusahaan pihak ketiga.

Berdasarkan dokumen pengadilan yang dilansir Reuters, Jumat (18/9), Tesla berhasil memenangkan gugatan tersebut. Tesla menggugat Martin Tripp, yang sebelumnya bekerja di Tesla Gigafactory Nevada.

Pada 2018, Tripp mengklaim telah membuat perangkat lunak untuk meretas sistem operasi manufaktur Tesla. Kemudian, ini mentransfer "beberapa gigabyte" data ke perusahaan pihak ketiga. Dia juga membuat pernyataan palsu ke media.

Tesla pada saat itu mengajukan keluhan terhadap Tripp karena secara ilegal meretas dokumen perusahaan rahasia. Tidak hanya itu, Tripp juga menjual informasi rahasia dan mengirimkan informasi tersebut kepada pihak ketiga.

Tripp memasang perangkat lunak peretasan di tiga komputer karyawan lainnya yang memiliki akses ke data rahasia perusahaan. Tripp pun mengakui perbuatannya.

Pengadilan distrik Nevada mengatakan dalam keputusannya akan menyetujui gugatan Tesla. Kemudian menolak pembelaan Tripp yang ingin menyerahkan dokumen lain ke pengadilan. Namun, baik Tesla, Tripp, dan firma hukum yang memimpin kasus tersebut tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

sumber: Reuters / Antara