Bandung – Pembatasan impor kendaraan bermotor mewah saat ini tidak terlalu berdampak pada penjualan sepeda motor besar Honda. Bahkan memasuki awal tahun 2019, PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan CB650R dan membuat empat sepeda motor lainnya segar, yaitu CB500X, Honda CB500F, Honda CBR500R, dan CMX500.

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya, mengatakan pembatasan impor tidak banyak mempengaruhi produsen Jepang ini.

"Untuk pembatasan impor sejauh ini kita tentu melihat, dan akan mengikuti peraturan yang dibuat oleh pemerintah," kata Thomas pada peluncuran CB650R di Bandung, Jawa Barat.

"Namun sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dan kami juga terus berkomunikasi dengan pelanggan kami. Yang penting adalah kami terus memberikan informasi mengenai perkiraan kapan sepeda motor bisa dimiliki oleh konsumen," tambah Thomas.

Thomas menjelaskan bahwa segmen sepeda besar itu sendiri lebih ditujukan untuk memenuhi pasar gaya hidup. Saat ini, AHM hanya fokus mengembangkannya di kota-kota besar.

"Memang penjualan sepeda besar kami adalah 90 persen fokus pada konsentrasi konsumen yang masih di Jawa dan Bali, terutama di Jakarta dan Bali," kata Thomas.

"Jadi itu ruang pamer dan layanan sepeda besar, kita berada di 10 kota besar di Indonesia, kemudian 11 outlet. Jadi ada di Sumatra, sebagian besar di Jawa, dari Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Di luar itu ada di Kalimantan dan Bali, "katanya.

Lebih lanjut, Thomas menggambarkan penjualan sepeda besar Honda. Dia mengungkapkan bahwa Honda Rebel adalah motor besar terlaris di negaranya dan posisinya belum diganti.

"Memang, volume terbesar di Honda Rebel, mengendalikan pasar dari 60 hingga 70 persen, kemudian yang kedua yang diikuti oleh yang baru kami luncurkan adalah CB500X, 13 hingga 15 persen, sementara 500 seri lainnya hampir datar, "jelas Thomas. (riar / ddn)