Jakarta – Bukti tiket dalam bentuk SIM dan STNK banyak menumpuk di Kantor Kejaksaan Negeri. Sebab, banyak pelanggar tidak menebus denda tiket.

Salah satu alasan pelaku belum mengambil SIM-nya adalah ditahan, karena ia sengaja tidak mengambilnya, karena SIM akan segera kedaluwarsa. Jadi mereka pikir lebih baik membuat SIM baru.

Menanggapi hal ini, Kepala Sub-Direktorat Gakkum Ditlantas dari Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi mengatakan bahwa pelanggar yang belum menyelesaikan kewajiban kasus tiket tidak dapat membuat SIM (SIM) baru.

"Di mana dasar hukumnya. Kami memiliki basis data, orang tidak dapat secara sewenang-wenang membuat SIM jika pelanggar yang belum menyelesaikan kewajibannya, tidak dapat membuat baru dan memperpanjang," kata Herman ketika dihubungi detikOto melalui telepon.

Perlu diingatkan kembali, pelanggar yang tidak menyelesaikan kewajiban tiketnya, kemudian dengan mode membuat laporan polisi dengan alasan STNK atau SIM yang hilang dapat dikenakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan.

Untuk mencegah pelaku, polisi mengambil tindakan tegas terhadap. Salah satunya dengan memblokir surat dan mengendarai dokumen.

"Saat ini kami memblokir, tidak dapat memperluas, mengubah warna, mengembalikan nama kendaraan, sehingga para pelanggar lalu lintas harus menyelesaikan kasus terlebih dahulu, kemudian membukanya," jelas Herman. (riar / rgr)