Tangerang Selatan – Bicara soal rem tidak hanya mengganti kanvas, Otolovers. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah minyak rem yang berfungsi mengurangi panas gesekan antara cakram atau cakram dengan kanvas.

Hendra Susanto, pemilik bengkel Korea Timorer Motor di Ciputat, Tangerang, mengatakan bahwa minyak rem tidak hanya ditambahkan tetapi juga harus diganti atau dikeringkan setiap 20 ribu kilometer.

"Minyak rem sebenarnya harus dikeringkan setiap 20 ribu kilometer, karena semakin banyak digunakan kadar air yang lebih tinggi," kata Hendra kepada detikOto.

Bagi mereka yang menganggap perawatan rem minyak remeh, bahayanya bisa mengintai kehidupan pengemudi, bahkan berdampak dengan menguras lebih banyak tas untuk memperbaikinya.

"Daya pengereman berkurang, bahaya bisa membuat rem menjadi kosong, saluran minyak rem menjadi berkarat, membuat rem rem macet, rem rem macet," kata Hendra.

Cara mendeteksi tanda-tanda minyak rem harus dikeringkan, selain dilihat dari mata telanjang, menggunakan tester juga dianggap paling akurat.

"Jelas mata air akan berawan, tetapi untuk memastikannya dapat menggunakan alat penguji minyak rem, jika penguji telah menunjukkan bahwa 3 persen uap air tinggi tidak baik dan levelnya harus lebih kecil dari 2 persen," kata Hendra.

"Saat pengereman, minyak rem akan secara otomatis memiliki titik didih, jadi penting untuk mengubahnya secara berkala karena kandungan air dalam minyak rem akan mengurangi titik didih minyak dan mengganggu pengereman," kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra juga menyarankan agar menggunakan minyak rem sesuai dengan spesifikasi kendaraan, tetapi untuk naik spesifikasinya juga bukan masalah yang paling penting, perhatikan juga seal.

"Sekarang APTM juga telah menyarankan apa DOT itu, sekarang menentukan titik didihnya, misalnya DOT 3 ini beberapa Celcius, DOT 4 lebih tinggi jika mobil balap memiliki DOT 5 dan DOT 6, tetapi kualitas rem pada master rem harus baik agar tidak rusak, "tutup Hendra. (riar / ddn)