Jakarta – Selebriti Hamish Daud telah menyetujui aturan larangan merokok saat mengemudi, terutama pengguna mobil. Karena, perilaku ini bisa melukai diri sendiri dan sangat mengganggu bagi banyak orang.

"Aku benar-benar setuju. Apa yang kamu lakukan saat mengemudi sambil merokok, lalu membuang sampah sembarangan. Penumpang yang terganggu, pengguna jalan lain, mobil juga bisa mencium bau sehingga akan sulit untuk menjual lagi (bau rokok sulit hilang) , "katanya, Kamis (11/4 / 2019).

"Bagiku, merokok di dalam mobil itu tidak terlalu bagus. Kenapa tidak di tempat tertentu saja?" Hamish melanjutkan.

Tetapi dia juga menyadari bahwa menumbuhkan perilaku lalu lintas di Indonesia cukup sulit. Entah karena budaya atau mungkin jalan yang mendukung pembakaran rokok saat mengemudi.

Harap dicatat, larangan mengemudi saat mengemudi dinyatakan dalam Pasal 283 UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Transportasi Jalan (LLAJ). Merokok adalah salah satu tindakan yang dapat mengganggu konsentrasi mengemudi.

Berikut ini adalah suara dari Pasal 283 UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Transportasi Jalan (LLAJ):

"Siapa pun yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan yang tidak patut dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh situasi yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam berkendara di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) harus tunduk pada maksimum 3 (tiga) bulan penjara atau denda maksimum Rp. 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). "

Sedangkan aturan untuk tidak merokok bagi pengendara diklarifikasi dalam Pasal 6 huruf (c) Permenhub No. 12 tahun 2019 yang berbunyi: "Pengemudi dilarang merokok dan melakukan kegiatan lain yang mengganggu konsentrasi saat mengendarai sepeda motor." (ruk / rgr)