Tangerang – Update Produk (PUD) atau recall merupakan kewajiban bagi produsen untuk menjaga keamanan konsumen terkait produk mereka. Honda Prospect Motor (HPM), yang cukup aktif dalam melaksanakan kampanye recall sejak mobil tahun 2001.

Honda sendiri mengklaim bahwa 52 persen kendaraan telah melakukan perbaikan.

"Mengingat 52 persen telah ditingkatkan, meningkat karena memang negara kepulauan Indonesia juga ingat, jangkauannya karena bantuan media, dealer kami lebih aktif," kata PT Honda Prospect Motor (HPM) Pemasaran & Layanan Purna Jual Jonfis Fandy di BSD Grandprix , Tangerang. Untuk mensukseskan kampanye, Jonfis mengatakan pemerintah dapat mendukung melalui sejumlah peraturan. Dia memberi contoh seperti di Malaysia.

"Jika di Malaysia pemerintah mengeluarkan peraturan jika Anda tidak datang (perbaikan ingat), perpanjangan waktu STNK meminta maaf terlebih dahulu, ini belum tersedia," kata Jonfis.

Namun dia tidak memungkiri bahwa recall adalah tanggung jawab pabrikan. Memang, di Indonesia sendiri memiliki payung hukum mengenai aturan recall di Indonesia. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.33 tahun 2018 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor.

"Ada kewajiban di kami, pemerintah bisa mendukung atau tidak bergantung pada mereka, pasti kami melakukan banyak hal, tidak hanya menelepon, mengirim surat, bukan hanya media, tetapi kami mendapatkan mobil terbuka di stan mal, dan gas stasiun, "Jonfis menjelaskan. (riar / kering)