Jakarta –

Industri otomotif Thailand dilanda pandemi virus Corona. Sepanjang April 2020, penjualan mobil di Thailand turun 65%. Namun catatan ini lebih baik dari penjualan mobil di Indonesia yang turun sekitar 90% (Tahun ke Tahun) di bulan keempat tahun ini.

Federasi Industri Thailand (FIT) telah merilis data penjualan mobil pada April 2020. Menurut laporan dari Bangkok Post, penjualan mobil di Thailand turun 65,02% (Tahun ke Tahun) pada bulan April atau hanya mampu mendistribusikan 30.109 unit.

Melihat kinerja bulan lalu, itu berarti bahwa penjualan mobil domestik di Thailand telah menurun selama 11 kali berturut-turut, setelah lebih dari dua tahun pertumbuhan. Pada bulan Maret, efek COVID-19 mulai terasa dengan penjualan turun 41,74% (Tahun ke Tahun).

Pada 2019, penjualan mobil baru di Thailand mencatat kinerja negatif dengan turun 3,3% menjadi satu juta unit. Penurunan penjualan pada 2019 adalah yang pertama kali terjadi dalam tiga tahun.

Pada April 2020, FIT mengatakan bahwa produksi mobil Thailand diperkirakan turun 37% menjadi 1,33 juta unit tahun ini. Penurunan ini bisa memburuk menjadi 50% (menjadi satu juta unit) jika krisis COVID-19 baru berakhir pada Juni 2020.

Diperkirakan produksi 1,33 juta mobil baru termasuk 665.000 unit untuk pasar ekspor dan sekitar 665.000 unit untuk konsumsi domestik. Sebelumnya, FIT memproyeksikan bahwa produksi mobil Thailand pada tahun 2020 dapat mencapai 2 juta unit.

Lihat Video "Mal di Thailand Dibuka Kembali, Warga Antusias"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)