Jakarta – Matahari tidak sempurna hinggap di langit pagi itu. Beberapa orang terlihat melintas di jalan-jalan Ibu Kota, termasuk tiga pemuda yang membawa beberapa peralatan mengemudi sepeda motor dan duduk santai di bibir Gedung Transmedia, Jl. Kapten P. Tendean, Mampang, Jakarta. Mereka bersama dengan tim akan memulai petualangan baru di bawah bendera detikcom bekerjasama dengan pabrikan motor Austria, KTM, yaitu Road Warriors.

Program ini sebenarnya bukan hal baru & # 39; item & # 39 ;, sudah dikerjakan beberapa saat yang lalu. Namun, petualangan akan sangat berbeda karena tim akan menjelajahi Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya menggunakan sepeda motor KTM Duke 200, New Duke 250, dan Duke 390.

Perjalanan satu minggu sejauh 800 kilometer ini tidak semata-mata mencari tempat wisata. Beberapa tempat bersejarah akan didekati oleh tiga orang muda Road Warrior untuk mengingat kisah-kisah Indonesia saat merayakan Hari Sumpah Pemuda. Museum yang dikunjungi di jalan berjudul Road Warriors 2018 termasuk Gedung Joang & # 39; 45, Museum Sumpah Pemuda, Rumah Bersejarah Rengasdengklok, Monumen Proklamasi, Tugu Tiga Muda, Tugu Pahlawan Surabaya, dan Museum Perjuangan 10 November.

Merayakan Sumpah Pemuda, pengendara Road Warrior terdiri dari dua pria muda dan seorang wanita muda. Mereka adalah Reza MS yang merupakan bikers, Chivay Sylvia Agustina yang merupakan biker wanita dari Kuningan, Jawa Barat, dan Ruly Kurniawan dari detikOto.

Road Warriors di Gedung Joang & # 39; 45. Foto: Pradita Utama

Tepat pukul 9:00 pagi, tim akhirnya meninggalkan markas besar AFP untuk menjelajahi beberapa tempat bersejarah di Jakarta pada hari pertama. Menggunakan peralatan bermotor seperti helm full face dari RSV, titik pertama yang harus dibenahi adalah Gedung Joang 45 di Menteng, Jakarta.

Ketatnya jalan dan sinar matahari yang menyengat tidak dapat memudar semangat tim mulai dari duduk di kursi sepeda motor atau di mobil Toyota Hilux sambil memegang kamera. Setelah lebih dari satu jam, kelompok itu akhirnya meregangkan kaki mereka.

Prajurit Jalan di Museum Sumpah Pemuda. Foto: Pradita Utama

Percakapan dengan petugas Museum juga menyenangkan, meskipun sayangnya, pada waktu itu Museum sedang berlibur sehingga tim Jalan Prajurit 2018 terpaksa tidak dapat berlama-lama. Kemudian perjalanan singkat segera dilewati untuk menuju ke Sumpah Pemuda.

Jam menunjukkan pukul 12:30 pagi ketika kita ingin melanjutkan perjalanan ke Karawang, Jawa Barat, untuk beristirahat pada hari pertama ini. Tantangan yang berat memang terjadi ketika matahari berada tepat di atas kepala. Jadi tim memutuskan untuk istirahat sambil makan siang pada jam 2:00 siang.

Dari daerah Senen tim pergi ke Jatinegara-Bekasi-Cikarang-Karawang tanpa berhenti. Keringat terus mengalir di belakang jaket. Pakaian yang dulunya percaya diri digunakan untuk mengambil foto yang sudah usang dan membuat kita malas untuk menjadi narsis lagi.

Memasuki Karawang, tim memutuskan untuk beristirahat. Ekspresi wajah yang mulai kelelahan tidak dapat disembunyikan lagi. Hingga akhirnya tim tiba di penginapan pukul 16.30 WIB.

Secara keseluruhan, hari pertama tidak ada kendala berarti selama perjalanan. Hanya saja, suhu panas dari matahari, dan kerapatan jalan membuatnya cukup melelahkan. Tetapi mengingat pelajaran apa yang dipelajari ketika mengunjungi Museum, itu tidak ada apa-apanya. (ruk / rgr)