Depok –

Electronic traffic law (E-TLE) tidak hanya diterapkan di Jakarta. Zona penyangga juga akan menerapkan tiket elektronik.

Kali ini giliran Kota Depok, Jawa Barat, yang akan menerapkan tiket elektronik. Dikutip dari situs web Korps Lalu Lintas Kepolisian Nasional, Kepolisian Metropolitan Jakarta dan Kepolisian Lalu Lintas Kepolisian Depok akan melakukan studi bersama sejumlah pemegang steak terkait dengan rencana untuk memasang perangkat tiket elektronik.

Rencananya tiket elektronik akan diterapkan, salah satunya di Jalan Raya Margonda, Kota Depok.

"Tim dari Departemen Kepolisian Metro Jaya telah melakukan inspeksi di beberapa titik yang akan dipasang oleh kamera E-TLE, salah satunya adalah di persimpangan Juanda-Margonda," kata Wakasat Lantas.

"Sebelum penerapan tiket elektronik atau E-TLE, kami terlebih dahulu memasang sejumlah kamera CCTV di sejumlah lampu lalu lintas Depok," katanya.

Aplikasi tiket elektronik dianggap penting. Soalnya, banyak pengemudi masih bertekad untuk melanggar aturan lalu lintas. Dengan kamera CCTV yang memantau pengendara, pelanggar lalu lintas tidak akan dapat menghindari pelanggaran mereka.

Mekanisme tiket elektronik kurang lebih sama dengan E-TLE di Jakarta. Pengemudi dan plat nomor kendaraan akan dicatat, Polda Metro Jaya akan memverifikasi data pemilik kendaraan dalam waktu tiga hari.

Selanjutnya, polisi akan mengirim surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan. Dalam suratnya, ada bukti pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Pemilik kendaraan kemudian mengkonfirmasi pelanggaran dan kepemilikan kendaraan kepada polisi dalam waktu lima hari setelah pemberitahuan. Kemudian, pelanggar harus bertanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Lihat video "Pengumuman! Tiket Elektronik Sepeda Motor Berlaku Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / lth)