Duet guru dan siswa ditantang untuk menunjukkan kehamilan mereka di kompetisi ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -— Selain ingin berperan dalam bidang otomotif Indonesia, Daihatsu juga berkomitmen untuk berkontribusi pada aspek pendidikan. Karena itu, Daihatsu mengadakan Kontes Keterampilan Kejuruan Daihatsu (DSSC) untuk kelima kalinya.

Kepala Divisi Urusan Umum PT Astra Daihatsu Motor, Haryanto Nurya Hadiwijaya mengatakan, tahun ini, melalui DSSC, Daihatsu menantang guru dan siswa duet terbaik dari sekolah kejuruan otomotif di seluruh Indonesia untuk menunjukkan keterampilan mereka di bidang otomotif.

"Kontes keterampilan ini adalah bagian dari Tanggung Jawab Sosial Merek yaitu Pilar Cerdas Daihatsu (PBD) yang diimplementasikan sebagai bentuk dukungan Daihatsu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," kata Haryanto Nurya Hadiwijaya dalam sebuah Pernyataan pers kepada Republika, Kamis (27/2).

Melalui program PBD ini, ia melanjutkan. Daihatsu ingin membuka peluang kerja sama di dunia industri untuk siswa kejuruan sambil membantu mempersiapkan kaum muda untuk memasuki dunia kerja.

Ini juga dianggap sebagai solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan industri dari calon karyawan yang siap bekerja, sehingga memungkinkan kegiatan industri berjalan secara optimal dan mampu menghasilkan produk dan layanan berkualitas tinggi.

Menurutnya, DSSC adalah tempat untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan siswa dan guru sekolah kejuruan, dan untuk mengetahui tingkat kompetensi antara sekolah sasaran Daihatsu. Kontes tingkat nasional yang bergengsi ini juga dapat menjadi motivasi bagi guru dan siswa untuk meningkatkan keterampilan kompetensi mereka.

Tahun ini, sebanyak 36.363 peserta dari 427 sekolah kejuruan mengambil bagian dalam tahap seleksi awal DSSC. Dari tahap ini 854 peserta dipilih untuk mengambil bagian dalam tahap berikutnya, yaitu tes online yang kemudian dilanjutkan dengan tahap seleksi regional dengan 39 peserta dari 19 sekolah kejuruan.

"Dari tahap regional, 12 peserta dipilih dari 6 SMK terbaik yang maju untuk mewakili masing-masing daerah di babak final nasional yang diadakan pada hari Selasa, 25 Februari," katanya.

Keterampilan yang diuji dalam kompetisi ini sendiri adalah kemampuan untuk memecahkan masalah bagi guru, yaitu kemampuan untuk menganalisis dan memecahkan masalah yang ada di mobil. Sementara siswa akan diuji kemampuan perawatan berkala (PM) yang merupakan keterampilan perawatan mobil berkala.

Putaran terakhir dari Kontes Keterampilan Kejuruan Daihatsu tahun ini dimenangkan oleh tim yang terdiri dari 7 siswa sekolah kejuruan Baleendah dari Jawa Barat. Kemudian, SMKN 53 Jakarta dari wilayah Jabodetabek terpilih sebagai pemenang kedua, dan SMKN 1 Lintau Buo dari Sumatera sebagai pemenang ketiga. Pemenang mendapatkan hadiah dalam bentuk uang tunai dan piala, dan beasiswa Polman Astra untuk pemenang utama.