Penjualan kendaraan baru Daihatsu sejak Juni terus menanjak hingga September

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meski masalah pelonggaran pajak nol persen untuk kendaraan baru masih belum pasti, industri otomotif meyakini bahwa apapun keputusan yang diambil pemerintah sudah mempertimbangkan semua aspek untuk jangka panjang.

Seperti penjualan mobil bekas, pajak kendaraan, sewa guna usaha dan industri otomotif terkait lainnya akan terpengaruh oleh segala kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Industri otomotif untuk mempertahankan pangsa pasar juga membutuhkan stamina yang kuat. Keberhasilan memasarkan suatu produk tentu saja ditentukan oleh banyak faktor, tidak hanya strategi pemasaran yang tepat. “Sebagai produk yang terpercaya, kami berusaha menanamkan rasa ketenangan bagi konsumen,” kata Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International – Daihatsu Sales Operations (AI-DSO), Kamis (15/10). .

Hal tersebut diwujudkan dengan banyaknya bengkel resmi dan penjualan suku cadang Daihatsu di pengecer. Hal ini memudahkan konsumen dimanapun untuk mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan. Pasca merebaknya Covid-19, pola layanan juga disesuaikan dengan sistem digital yang menjadikan Daihatsu pilihan utama masyarakat.

Menurut Hendrayadi, penjualan kendaraan baru meningkat sejak Juni hingga September. Namun, penerapan PSBB dan rencana pajak nol persen untuk kendaraan baru berdampak kecil pada pasar otomotif dalam negeri. Hingga September 2020, penjualan otomotif nasional masih mengalami pasang surut dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Secara nasional, sejak awal tahun hingga YTD Sep-2020, pencapaian penjualan secara keseluruhan berada pada kisaran 372 ribu unit dan penjualan retail sekitar 407 ribu unit. Melihat data YTD Sep-2020, total pencapaian penjualan Daihatsu mencapai 69.182 unit, dengan peningkatan pangsa pasar hingga 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17,6 persen.

Terkait penjualan retail, penjualan Daihatsu year to date September 2020 mencapai 73.488 unit dengan peningkatan pangsa pasar hingga 18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 16,8 persen. Secara bulanan, seluruh penjualan Daihatsu meningkat menjadi 11.204 unit pada September 2020, atau meningkat sekitar 68 persen dari sebelumnya 6.651 unit pada Agustus 2020. Dalam penjualan ritel, pada September 2020 sebanyak 7.721 unit, atau satu meningkat sekitar 23% dibandingkan Agustus 2020. kemudian sebesar 6.300 unit.

Kebijakan untuk merangsang pasar otomotif dengan berbagai cara seperti yang dilakukan di Malaysia, Thailand, dan sejumlah negara lain memang menarik, namun belum tentu tepat jika diterapkan di dalam negeri. Kondisi pasar di tahun 2021 sendiri masih diliputi ketidakpastian karena masih melihat perkembangan terkini. “Kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah dibandingkan pasar ASEAN. Selama makro ekonomi bagus, sosial ekonomi bagus, pasar Indonesia menjanjikan akan meningkat,” ujarnya.

Daihatsu pun terus berupaya mendekatkan diri dengan pelanggan di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19, khususnya anak muda dengan kembali menyelenggarakan kompetisi modifikasi virtual melalui Daihatsu Dress Up e-Challenge (DDeC) 2020. Kompetisi modifikasi ini. siap menantang modifikator di seluruh Indonesia. virtual dan mulai tanggal 25 Oktober – 4 Desember 2020. Berbeda dengan sebelumnya, Daihatsu Dress Up e-Challenge tahun ini akan diadakan secara nasional yang terbagi menjadi 4 wilayah yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Bali.