Kabin mobil yang pernah tenggelam dalam banjir bau basah dan tidak menyenangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bagi orang yang ingin membeli mobil bekas, penting untuk mengetahui apakah mobil yang akan dibeli telah kebanjiran atau tidak. Sebab, sebagian besar mobil yang sudah tergenang memiliki masalah pada sejumlah hal, terutama yang berkaitan dengan komponen mesin, badan, dan listrik.

Tidak mengherankan, mobil yang sudah tergenang akan dijual dengan harga murah, bahkan selisihnya bisa mencapai 50 persen dari harga pasar normal. Ini bisa dipahami, karena biaya perbaikan untuk mobil juga relatif mahal.

Untuk pembeli biasa, mungkin cukup sulit untuk mengidentifikasi mobil yang sudah kebanjiran. Secara kasat mata, kondisi mobil yang sudah tergenang akan terlihat sama dengan mobil bekas pada umumnya. Apalagi jika mobil sudah "didandani" oleh penjual.

Tetapi meskipun telah dipoles sedemikian rupa, mobil bekas yang banjir masih dapat diidentifikasi dalam beberapa cara. Bisnis penjualan mobil bekas dari Garage Online, Gregy Hardianto memberikan beberapa tips tentang cara mengidentifikasi mobil bekas yang sudah kebanjiran.

Cara pertama adalah memeriksa ruang mesin. "Secara fisik, itu bisa dilihat di ruang mesin. Biasanya mobil bekas banjir warna direkayasa karena banjir," kata Gregy di Jakarta, Sabtu (8/12).

Selain itu, periksa juga kabin mobil. Mobil yang telah terendam banjir biasanya menyebabkan bau lembab dan tidak menyenangkan, terutama di kursi dan karpet. Aroma apak akan sulit hilang jika tidak dibersihkan dengan benar.

Selanjutnya, lanjutnya, periksa bagian-bagian tertentu dari mobil, seperti bagasi, sisi pintu atau kap mesin. Pada mobil yang sudah tergenang air, warna karat atau kusam biasanya akan terjadi di bagian-bagian ini.

Pria yang telah berkecimpung dalam dunia jual beli mobil sejak dua tahun terakhir ini menambahkan bahwa mobil yang sudah tergenang juga bisa dilihat dari alamat Nomor Kendaraan (STNK). Jika alamat berada di daerah rawan banjir, mungkin mobil telah tenggelam.

"Tapi kalau ini tidak terlalu menentukan karena STNK bisa di Kelapa Gading, tapi ternyata penggunaannya di Depok," katanya.

Pada kesempatan yang berbeda, Hamim, seorang mekanik dari bengkel Berkat Service Station di daerah Kelapa Dua, Depok, memberikan tips tambahan tentang cara mengidentifikasi mobil bekas yang dibanjiri.

Cara dia merekomendasikan adalah untuk memeriksa jalur kabel di dalam mobil. Jika Anda menemukan lumpur atau tanah merah, Anda dapat yakin bahwa mobil telah kebanjiran.

"Meskipun dia dicuci bersih seperti apa pun, dia tidak akan bisa kehilangan kotoran merah," kata Hamim.