Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir industri mobil Cina telah mulai bersaing di pasar otomotif Indonesia. Sebut saja Geely, Wuling, dan akhirnya DSFK telah menyiapkan amunisi untuk pasar mobil Indonesia yang telah dikendalikan oleh merek Jepang selama bertahun-tahun.

Pasar Indonesia yang masih rapuh untuk mobil Cina tidak hanya terjadi pada mobil baru tetapi juga masih terjadi di pasar mobil bekas. Dari hasil pemantauan di lapangan, di beberapa ruang pamer mobil bekas, mobil China masih sangat asing dipajang di sana.

"Masih banyak di pasar mobil bekas yang belum memainkan mobil karena masih bermain aman. Merek masih cukup asing di masyarakat Indonesia terutama ada nama-nama buruk untuk produk buatan China," kata Manajer Pemasaran Berkah Jaya Mobilindo ( BJM), Sonny saat ditemui, Senin (4/1/2019) di showroom mobil bekas.

Namun, BJM, yang sudah mulai menebar mobil China, yaitu Wuling Confero S pada 2018, mengatakan ada hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam membeli dan menjual mobil Cina bekas. Selain hal-hal utama seperti tahun, jarak, dan pajak, masalah spesifikasi adalah yang utama.

"Mobil China murah, tetapi mereka memiliki spesifikasi yang bersaing. Jika konsumen yang pintar harus melihat spesifikasi. Tentu saja, hal-hal wajib seperti tahun berapa, kilometer, dan pajak tetap menjadi perhatian utama untuk membeli mobil bekas secara umum," kata Sonny.

Sonny melanjutkan spesifikasi utama yang harus diperhatikan adalah mesinnya. hal-hal lain seperti interior dan tubuh dapat dikesampingkan. "Yang penting mesin itu sama dengan rangka, lecet bodinya masih bisa dipoles atau interior lain dan tidak akan memakan biaya banyak. Berbeda dengan masalah jika mesin atau rangka bermasalah, itu akan kehilangan mobil bekas, "Sonny menutup. (rip / rgr)