Mengemudi mobil di jalur berpasir seperti pantai memang cukup menantang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pantai adalah salah satu tujuan wisata yang cukup populer. Keindahan pemandangan di bibir pantai seringkali menggoda pengemudi untuk membawa mobil mereka ke jalur berpasir.

Tidak diragukan lagi, mengendarai mobil di jalur berpasir cukup menantang. Karena itu, dibutuhkan sejumlah langkah spesifik agar mobil bisa melintas dengan mudah.

Dilansir dari Car and Driver, Selasa (7/7), langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mematikan kontrol traksi dan kontrol stabilitas. Fitur ini adalah fitur yang sering ditemukan di beberapa mobil dan dimaksudkan untuk menghindari wheelspin dengan bantuan rem dan throttle secara otomatis.

Tapi, saat melibas trek berpasir, wheelspin ternyata diperlukan untuk bisa mempertahankan momentum. Mematikan fitur kontrol traksi dan kontrol stabilitas dianggap sebagai cara yang efektif agar mobil tidak terjebak di genangan pasir.

Ada sejumlah cara untuk menonaktifkan fitur ini. Mulai dari menekan tombol untuk mengaktifkan fitur untuk mengambil keuntungan dari mode drive terprogram yang biasanya hanya ditemukan pada beberapa mobil premium.

Langkah kedua, kurangi tekanan udara pada ban. Ini dianggap cukup signifikan karena pengurangan tekanan udara akan memperluas permukaan ban yang menginjak pasir.

Dengan begitu, ban mampu memberikan cengkeraman yang lebih baik saat melintasi permukaan pasir. Tekanan ban ideal untuk pasir pembuldozer adalah sekitar 20 hingga 25 psi.

Nah, agar lebih praktis, sangat disarankan untuk membawa pompa listrik. Hal ini tentu sangat membantu untuk kembali meningkatkan tekanan ban saat pesta di pantai usai dan pulang ke rumah di seberang jalan aspal.