Saat ini PT KTB memasarkan produknya secara online melalui Tokopedia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bisnis kendaraan niaga saat ini menjadi salah satu yang paling terdampak wabah Covid-19. Stagnasi roda perekonomian telah memicu terhentinya permintaan pasar, termasuk pemeliharaan kendaraan niaga non operasional.

“Penurunan menjadi 45 persen setelah pandemi, situasinya berat,” kata Duljatmono, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Kramayudha Tiga Berlian KTB, Selasa (1/9). Menurutnya, kondisi ini juga dialami oleh industri lain dan harus disikapi secara positif. Apalagi, Fuso sebagai pemimpin pasar kendaraan niaga tahun ini telah meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 48 persen, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 43 persen. “Ini tantangan positif untuk kemajuan,” ujarnya.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan penguasaan pangsa pasar antara lain meningkatkan penggunaan media sosial. Terutama dalam menjaga hubungan komunikasi dengan dealer dan konsumen, serta pelanggan setia. Komunikasi yang lancar secara virtual dan melalui media sosial diyakini mampu menyelesaikan masalah terkait customer service. Ini sangat membantu, terutama bagi konsumen dan dealer di seluruh wilayah.

Bahkan saat ini PT KTB resmi meluncurkan marketplace Mitsubishi Fuso Official Store Tokopedia. Kolaborasi dengan platform e-commerce ini memungkinkan PT KTB memasarkan produknya secara online kepada pelanggan. Menurutnya, penjualan kendaraan niaga secara online termasuk truk sudah tidak menjadi masalah lagi. “Biasanya pelanggan Fuso bisa mengulang pesanan tanpa harus mengecek kendaraan lagi karena sudah menggunakan,” kata Duljatmono.

Kehadiran Official Store di Tokopedia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja penjualan Mitsubishi Fuso. Total penjualan Mitsubishi Fuso selama Januari-Juli 2020 sebanyak 13.646 unit.