Jakarta – Nama Nissan GT-R mungkin tidak terlalu terkenal jika dibandingkan dengan sportscar buatan Eropa seperti Ferrari atau Lamborghini. Karena baik Ferrari dan Lamborghini masih digunakan sebagai tolok ukur untuk sportscar di Indonesia.

Namun bukan berarti Nissan GT-R sepi. Sportscar Jepang yang menjadi artis dalam serial animasi Initial D juga banyak digunakan di Indonesia. Bahkan komunitas mobil ini telah ditetapkan sebagai GTR Owner Club Indonesia (GOCI).

Ada alasan khusus mengapa konsumen penggila kecepatan di Indonesia memilih Nissan GT-R sebagai mobil hobinya. Seperti dijelaskan oleh Presiden GOCI, Budi, Nissan GT-R dipilih oleh konsumen Indonesia karena mobil ini memiliki harga yang relatif bersahabat untuk mobil bertenaga 550 hp.

"Menurut kami, Nissan GTR adalah mobil entry level dengan harga terjangkau," kata Budi, ditemui detikOto di GOCI Gala Dinner 2019, di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Nissan GT-R Foto: Lutfi Anshori / detikOto

Budi memberi contoh dengan anggaran Rp. 4,6 miliar, konsumen sudah dapat memiliki mobil balap spesifikasi yang memiliki kinerja tinggi.

"Sekarang, harga mobil (GT-R) hanya Rp. 4,6 miliar. Bisakah Anda membeli apa yang sekitar 550 hp, selain GTR? Sepertinya tidak ada. Jadi, harga dan rasio daya adalah relatif murah, "lanjut Budi.

Tidak hanya berharga di unit baru. Nissan GT-R juga sangat berharga dalam kondisi sebelumnya.

"Misalnya, kita katakan harga bekas GT-R. Pada 2008 harganya hanya sekitar Rp 1,8 miliar," pungkas Budi.

Memang, jika dibandingkan dengan mobil sport buatan Eropa, Nissan GT-R memiliki harga yang lebih murah. Karena harga mobil seperti Lamborghini dan Ferrari rata-rata dihargai di atas Rp. 6 miliar. (lua / lth)