Jakarta – Toyota Motor Co dikabarkan akan bekerja sama dengan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) untuk mengembangkan kendaraan penjelajah bulan. Misi dengan awak astronot dijadwalkan akan meroket pada tahun 2030.

"Kami berencana untuk bekerja sama dengan Toyota dalam misi eksplorasi ke Bulan," kata juru bicara Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) seperti dikutip AFP, Jumat (8/3/2019).

Sebelumnya Toyota mengembangkan Kirobo, astronot robot kecil yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2013. Namun, robot itu berubah menjadi robot cerdas yang bisa diajak bicara.

Jika kendaraan penjelajah atau penjelajah bulan bulan ini benar-benar terwujud, maka Toyota menjadi raksasa otomotif kedua yang menerbangkan kendaraannya ke luar angkasa.

Sebelumnya Lunar Roving Vehicle pertama dibuat dengan bantuan General Motors dan mendarat di bulan pada tahun 1971.

Dalam proyek ini, Toyota juga mengungkapkan bahwa bersama dengan JAXA akan membangun "mobilitas dan kendaraan ruang angkasa", meskipun belum atau tidak disebutkan secara rinci.

Kantor berita Jepang Jiji Press mengatakan bahwa pabrikan terbesar Jepang diyakini sedang mengembangkan "mobilitas kendaraan" yang akan digunakan di permukaan bulan untuk misi tersebut.

Informasi tambahan diharapkan akan diumumkan minggu depan, tetapi Toyota dapat menjadi pembuat mobil kedua yang menempatkan kendaraan di bulan.

NASA menyebut setiap penjelajah bulan memiliki kerangka aluminium dan empat motor listrik, yang masing-masing menghasilkan 0,25 hp (0,19 kW / 25 PS). Mereka didukung oleh dua baterai perak-seng perak-kalium hidroksida 36-volt.

Sebelumnya, empat baling-baling bulan dibangun, tidak termasuk prototipe, biaya 38 juta dolar disesuaikan dengan inflasi, atau setara dengan 236 juta dolar uang hari ini. Jika angka itu benar, setiap penjelajah bulan bernilai sekitar lima kali lebih banyak daripada Bugatti La Voiture Noire. (riar / lth)