Penggantian pompa bahan bakar Toyota berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, sejumlah merek seperti Mitsubishi, Nissan dan Honda mengumumkan program penarikan pompa bahan bakar. Sekarang, Toyota telah secara resmi mengumumkan penarikan untuk komponen yang sama.

Dikutip dari halaman resmi PT Toyota-Astra Motor (TAM), Rabu (5/8), sejumlah produk yang termasuk dalam program pompa bahan bakar recall adalah produksi Alphard pada 2017 hingga 2018, produksi Corolla pada 2018, produksi FJ Cruiser di 2013-2014, dan produksi Kijang Innova, Fortuner dan Hilux pada 2017-2019.

Wakil Presiden Direktur TAM, Henry Tanoto mengatakan, program ini adalah program yang diinstruksikan langsung oleh kepala sekolah Toyota di Jepang. Ini perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan konsumen Toyota.

"Untuk menghindari potensi kerusakan yang dapat mengurangi kenyamanan dan keselamatan berkendara, kami sangat mendesak pemilik kendaraan yang termasuk dalam program penarikan untuk segera memeriksa melalui saluran komunikasi digital Toyota atau memeriksa kendaraan mereka di bengkel resmi Toyota," kata Henry Tanoto.

Menurutnya, banding juga telah disampaikan kepada pelanggan melalui surat resmi atau melalui saluran komunikasi seperti di media massa dan situs resmi Toyota. Seluruh jaringan dealer resmi juga terlibat untuk memastikan bahwa pelanggan dapat segera mengganti pompa bahan bakar.

"Proses pengecekan dan penggantian sangat mudah dilakukan di bengkel resmi dan tanpa biaya sama sekali. Jadi konsumen cukup mendatangi bengkel resmi untuk memeriksa bahan bakar, jika ada masalah dan memang kendaraan itu termasuk dalam program, itu akan menjadi segera diganti, "katanya.

Diperkirakan, pengecekan dan penggantian pompa bahan bakar berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam. Dengan program penarikan kembali, ini tentu saja sekaligus menjadi bukti bahwa produsen memiliki kewajiban untuk menjamin bahwa komponen dalam produk yang dipasarkan berada dalam kondisi optimal.