Toyota RAV4 adalah SUV yang cukup populer di beberapa negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) masih belum yakin membawa Toyota RAV4 ke Indonesia. Meski Sport Utility Vehicle (SUV) sangat populer di luar negeri, dengan penjualan 10.000 unit.

Direktur Pemasaran TAM, Anton Jimmi Suwandy, mengatakan bahwa tidak hanya RAV4 yang dipelajari untuk dibawa ke Indonesia. Dalam hal ini, PT TAM mempelajari tidak hanya dalam hal produk tetapi kendaraan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

"Saya pikir tidak hanya RAV4, tetapi kami pasti akan mempelajari semua produk baru. Apa pun produk yang akan kami pelajari, tetapi tentu saja yang kami pelajari bukanlah produk tetapi input dan kebutuhan dari Indonesia kira-kira seperti yang diinginkan oleh masyarakat dan pasar Indonesia," kata Anton, Jumat (15/5).

Setelah mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, PT TAM akan meneruskannya ke kepala Toyota di Jepang untuk meminta restu membawa model-model terbaru ke Indonesia. Tidak berhenti sampai di situ, PT TAM juga harus meyakinkan bahwa kendaraan yang ingin diperkenalkan ke masyarakat benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

"Setelah kami mengetahui kebutuhan konsumen dan ketersediaan produk, kami tentu kawin dan kami mencoba memeriksa apakah permintaan atau kebutuhan ini memungkinkan untuk kami perkenalkan," katanya.

Menurutnya, membawa kendaraan baru meski dengan jumlah kecil akan membutuhkan waktu dan persiapan yang juga tidak pendek. Menurut Anton, hasil kombinasi beberapa studi dan memang saat ini Toyota RAV4 belum menjadi salah satu produk yang ingin masuk PT TAM ke Indonesia berdasarkan studi tersebut.

"Tapi itu tidak pernah menutup kemungkinan, jadi jika di masa depan produk ini lebih cocok dan sesuai dengan kebutuhan di Indonesia, mengapa kita tidak memperkenalkannya," pungkasnya.

sumber: Antara