Jakarta – Pada 2019 yang bertepatan dengan tahun Pemilihan Umum, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) optimis dengan menetapkan target yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada 2018 HMSI berhasil melewati target penjualan dengan penjualan 40.072 unit.

Dari hasil ini, Hino menetapkan target penjualan hingga 45.000 unit atau tumbuh 12 persen pada 2019. Dari 45 ribu unit, truk tugas ringan ditargetkan berkontribusi 20 ribu unit sedangkan truk menengah 25 ribu unit.

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan hasil penjualan Hino, kami telah mencapai pangsa pasar penjualan 64 persen. Itu tumbuh 21 persen pada tahun 2018," kata Presiden Direktur HMSI Hiroo Kayanoki dalam konferensi pers pada hari Senin (11/2/2019) Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain didasarkan pada hasil penjualan pada tahun 2018, target 2019 juga didasarkan pada pengembangan infrastruktur yang sedang berlangsung. Daya beli konsumen Hino diperkirakan akan tetap stabil di tahun 2019.

"Hino optimis dapat mencapai hasil ini. Karena segmen konsumsi logistik bus tumbuh, jalan tol Trans Jawa juga akan berkontribusi. Selain itu, ada juga fluktuasi harga komoditas global," kata Kayanoki.

Hino melihat segmen potensial yang akan mereka dapatkan tahun ini adalah sektor komoditas dan pertambangan. Sementara untuk target pangsa pasar, Hino akan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar truk menengah. Tahun lalu Hino New Generation Ranger menguasai 64 persen pangsa pasar.

Segmen potensial lain yang ditargetkan tahun ini adalah sektor komoditas dan pertambangan.

Sementara untuk target pangsa pasar, Hino ingin terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar truk menengah. Tahun lalu Hino New Generation Ranger menguasai 64 persen pangsa pasar dan menargetkan 65 persen pangsa pasar pada 2019.

Untuk mendapatkan target, Hino tidak hanya menyediakan produk sesuai kebutuhan tetapi juga menyediakan layanan purna jual yang lebih baik. "Jadi kami tidak hanya akan meningkatkan penjualan unit, layanan dan suku cadang. Hasil ini tidak dapat dipisahkan dari dua faktor, meningkatkan massa operasional dan menyediakan produk sesuai kebutuhan," lanjut Kayanoki. (rip / kering)