Jakarta –

Setelah operasi bus AKAP diizinkan beroperasi lagi, fasilitas transportasi umum lain yang dibuka kembali setelahnya adalah Kereta Api Indonesia (KAI). Sama seperti bus, orang yang akan menggunakan kereta harus menyelesaikan berbagai persyaratan terlebih dahulu.

Terlepas dari bagaimana protokol kesehatan diterapkan oleh penyedia dan pengguna layanan, tidak dapat dipungkiri bahwa upaya untuk memutus rantai COVID-19 lebih parah. Ini juga menunjukkan kurangnya koordinasi antara pembuat keputusan dan pemerintah daerah atau menteri lainnya.

"Ini tentu akan menjadi masalah serius. Pertama, keputusan jajaran di bawah Kementerian Perhubungan tampaknya bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, yaitu Keppres. Sekarang, Presiden adalah atasan menteri, terutama Direktur Jenderal, "pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan kepada AFP, Senin (Senin). 5/11/2020).

Selain masalah yang ada di pemegang keputusan, lapangan pasti akan semakin kacau. Pergerakan orang-orang dari daerah berbahaya COVID-19, yaitu di Jakarta, berisiko besar menjadi pembawa ke tujuannya.

"Kedua, mobilitas massa dalam jumlah besar dari zona merah ke seluruh wilayah Indonesia akan menjadi sumber potensi baru yang sangat serius dalam penyebaran ancaman pandemi COVID-19 yang akan menjadi ledakan jika ada gelombang pulang, "tambahnya.

Pembukaan berbagai transportasi jarak jauh juga akan mengubah berbagai perhitungan seperti prediksi akhir pandemi ini. Belum lagi para pahlawan kesehatan di garis depan yang membahayakan diri mereka sendiri untuk nyawa orang lain dan tidak sedikit dari mereka yang mati mengorbankan hidup mereka sendiri.

"Ini tentu akan mengubah prediksi ledakan COVID-19 berikutnya, jika jumlah sumber daya manusia dan perangkat pencegahan di Satuan Tugas Covid-19 masih seperti sekarang. Tentu saja, tugas Polisi akan menjadi bahkan lebih sulit untuk memantau dan mengambil tindakan terhadap orang dan perusahaan yang terbukti melanggar hukum, "kata Yannes

Lihat video "Epidemiolog: Tidak mungkin pandemi COVID-19 berakhir tahun ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lth)