Jakarta –

Akibat maraknya kasus positif korona, Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan total PSBB diberlakukan kembali. Angkutan umum lagi-lagi akan dibatasi jam operasionalnya sedangkan ganjil-genap untuk sementara dihilangkan,

Anies mengumumkan keputusan memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) secara total dalam jumpa pers yang digelar Rabu (9/9) sore ini.

“Dalam pertemuan siang ini disimpulkan: Kita akan mencabut rem darurat. Kita harus menerapkan kembali pembatasan skala besar seperti awal pandemi,” kata Anies.

“Ini bukan PSBB transisi, tapi PSBB seperti dulu. Ini rem darurat yang kita tarik,” imbuhnya dalam sesi yang digelar online.

PSBB ini akan berlaku efektif pada tanggal 14 September. Sejak tanggal tersebut, berbagai kegiatan yang sebelumnya diperbolehkan selama masa transisi PSBB akan dilarang. Termasuk kegiatan kantoran.

Dengan berlakunya PSBB total ini, angkutan umum akan dibatasi secara ketat, termasuk jam operasinya. Namun, belum diketahui secara pasti apa saja batasannya dan berapa lama jam operasional akan diberlakukan.

Selain itu, kebijakan genap ganjil untuk sementara dihapuskan. Genap Ganjil, yang kembali diberlakukan pada awal Agustus lalu, diprotes karena dianggap telah menciptakan klaster korona angkutan umum.

Sebagai gambaran, pada PSBB tahap pertama yang dimulai Maret lalu, jam operasional angkutan umum dibatasi pada pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Selain itu, kapasitasnya direduksi menjadi hanya 50%. Saat itu kebijakan ganjil genap juga dihapuskan untuk beberapa waktu.

Tonton video "Mulai minggu depan, ganjil-genap di Jakarta akan diaktifkan kembali"
[Gambas:Video 20detik]
(din / din)