Jakarta – LCGC atau Low Cost Green Car adalah kategorisasi mobil yang dibuat oleh pemerintah sejak 2013. Mobil LCGC dibuat seefisien mungkin dengan harga terjangkau.

Di awal program, dikenal juga dengan KBH2 (Kendaraan Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau), beberapa produk mobil konsep LCGC seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla telah hadir, kemudian ada Honda Brio Satya, Datsun Go Panca dan Go + Panca , dan Karimun Wagon R.

Sebagai kendaraan murah, kebanyakan mobil LCGC hanya dilengkapi dengan 5 kursi (5 kursi). Tetapi khusus untuk Datsun Go + Panca, konfigurasi kursi adalah 5 + 2.

Jika melihat tren konsumen mobil di Indonesia, banyak orang menyukai mobil dengan konfigurasi 7 kursi (7 kursi). Sehingga pada tahun 2016, PT Toyota Astra Motor dan PT Astra Daihatsu Motor meluncurkan dua model LCGC 7 seater, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Dan setelah lebih dari dua tahun, dapat dilihat apakah penjualan mobil 5 kursi LCGC sudah mulai menurun.

"LCGC mungkin telah melewati musim, jadi kami melihat komposisi tren pasar, sekitar 20 persen selama satu atau dua tahun," kata Direktur Pemasaran (TAM) Anton Toyota, Anton Jimmi Suwandi, kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat.

"Tentu saja segmen 7 kursi adalah yang terbesar. Jika di Brakedown, Calya sekitar 5.000-6.000 unit per bulan. Kemudian Agya sekitar 2.000 hingga 3.000 unit per bulan. Jadi, porsinya lebih besar untuk 7 kursi. Di Indonesia" Segmen apa pun Jelas 7 kursi lebih laris, "lanjut Anton.

Sementara disebutkan tentang rencana program LCGC volume 2 yang sedang dibahas oleh pemerintah, Anton mengatakan bahwa Toyota akan mengikuti setiap peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

"Ya, saya telah mendengar, pada prinsipnya, kami akan mengikuti peraturan pemerintah. LCGC juga merupakan peraturan pemerintah sehingga kami akan menyesuaikan persyaratan fase 2, dan secara teknis produk kami akan memenuhi kebutuhan ini. Karena segmen ini memang merupakan segmen pembeli masuk, jadi untuk orang yang belum punya mobil, "pungkasnya. (lua / lth)