Jakarta – Toyota melalui Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mengatakan bahwa Toyota buatan Indonesia ekspor, alias produksi dalam negeri, cukup oke. Karena ekspor total atau Completely Build-Up (CBU) Toyota yang tercatat selama dua bulan pertama Januari-Februari 2019 tetap tumbuh positif sebesar 4 persen dengan volume 30.550 unit.

Dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang berjumlah 29.500 unit, di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Tetapi catatan kecilnya adalah kembalinya Toyota Fortuner, yang merupakan tulang punggung ekspor Toyota Indonesia, berkat meningkatnya permintaan akan SUV di dunia.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam. Dari 9 model ekspor Toyota CBU, 2 model SUV menyumbang kontribusi besar terhadap ekspor sebesar 43 persen. Ini tidak menunjukkan apa-apa lagi bahwa tren permintaan pasar global untuk model SUV sangat tinggi.

"Dominasi ekspor model SUV mencerminkan bahwa minat pasar global pada model SUV semakin tinggi," kata Bob.

"Sebagai salah satu produsen konten domestik (TKDN) tertinggi, Toyota Indonesia terus meningkatkan daya saing produk-produk SUV sehingga dapat menjadi salah satu pemain aktif untuk mengisi pasar global tanpa mengabaikan pemenuhan permintaan konsumen di pasar domestik, "tambah Bob Azam.

Sebagai perusahaan manufaktur otomotif yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1971, TMMIN memiliki orientasi ekspor untuk produk otomotif yang dibuat oleh sumber daya manusia lokal dengan TKDN 75 persen ke atas. Tidak hanya dalam bentuk kendaraan utuh, TMMIN juga memproduksi dan mengekspor kendaraan setengah jadi / Completely Knock-Down (CKD), mesin utuh dan komponen kendaraan.

Ini juga menegaskan bahwa kedalaman industri TMMIN sudah tinggi, sehingga diyakini sebagai salah satu basis produksi dan ekspor Toyota di kawasan Asia Pasifik.

Sepanjang Januari 2019, TMMIN berhasil mengirimkan 6.500 unit CKD, 17.000 unit mesin bensin keseluruhan, 1.500 mesin etanol utuh dan 17 juta komponen kendaraan. Produk ekspor bermerek Toyota ini telah merambah lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika.

Untuk ekspor dalam dua bulan pertama tahun 2019 mobil Toyota buatan Indonesia masih laris manis di luar negeri. Sekali lagi, Fortuner SUV dikuasai, yang merupakan andalan ekspor CBU kendaraan bermerek Toyota dengan total pengiriman 7.890 unit, berkontribusi 26% selama dua bulan pertama tahun 2019.

Kontributor terbesar kedua adalah Agya hatchback (atau Toyota Wigo di tujuan ekspornya) dengan volume 5.900 unit atau 19 persen dari total kinerja ekspor kendaraan bermerek Toyota.

Tempat ketiga ditempati oleh model Rush SUV kecil dengan total 5.330 unit atau 17 persen. Selain tiga model ekspor favorit, model CBU bermerek Indonesia yang juga meramaikan pasar internasional adalah Vios 3.270 unit, Avanza 4.180 unit, 2.280 unit Town Ace / Lite Ace, dan Kijang Innova, Sienta, dan Yaris dengan total 1.700 unit. (lth / ddn)