Jakarta – Lebih dari 10 tahun dekat dengan kehidupan ambulans, Roviq Hidayat (41), yang saat ini adalah orang yang bertanggung jawab atas ambulan di Rumah Sakit Pasar Rebo, telah mengalami pengalaman belajar hari ini.

"Jika itu sangat unik, jika saya mungkin diarahkan kembali ke pribadi pengemudi. Kita tidak bisa sombong," Roviq membuka kepada AFP di Jakarta Timur.

Dia menceritakan ketika dia adalah seorang sopir ambulans yang mengantarkan mayat untuk rute pengiriman di luar kota. Satu ambulans untuk jarak jauh biasanya berangkat dua driver, satu driver utama dan satu driver cadangan.

"Saat itu saya mengalami kecelakaan di Pantura, (area) Patok Besi. Teman saya yang seorang sopir mengatakan keluarganya meminta konvoi agar tidak terlalu cepat," kata Roviq.

Tetapi pengemudi mengatakan ketika dia tiba, dia ingin cepat. Akhirnya kecelakaan, dua ban patah yang malah menghabiskan lebih banyak waktu, "kata Roviq.

Dari kejadian itu, Roviq belajar kebijaksanaan untuk selalu bekerja sesuai prosedur. Sehingga penumpang di belakang tetap nyaman meski tidak bernyawa.

"Saya menyimpulkan, kita seharusnya tidak menjadi sombong, karena bagaimanapun mayat membutuhkan perjalanan yang nyaman. Bukan yang cepat tapi nyaman dengan hati-hati," pungkas Roviq.

[Gambas:Video 20detik]

(riar / ddn)