Probolinggo – Menyambut 50 tahun Vespa Primavera, PT Piaggio Indonesia mengadakan tur ikonik naik dari Bali ke Bromo (17-19 / 12/2018). Pada tur kedua yang diadakan oleh Piaggio Indonesia, untuk mendapatkan kesempatan untuk mencoba Vespa Sprint 150 I-get ABS dalam jarak sekitar 400 km.

Perjalanan dari Bali ke Bromo dibagi menjadi dua hari perjalanan. Hari pertama perjalanan berakhir di Banyuwangi, Jawa Timur setelah menyeberang di pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Sebelum melakukan persimpangan, touring Ikonik ini mengunjungi dua tujuan wisata di Bali. Pemberhentian pertama yang dipilih adalah Hutan Bambu Panglipuran, Bali.

Setelah mengabadikan momen dan istirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan makan siang di tepi Danau Batur di Kintamanai, Bali. Setelah cukup istirahat, tim Ikonik menuju ke pelabuhan Gilimanuk, Bali untuk menyeberang dan bermalam di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pada hari pertama rute yang ditempuh cukup bervariasi dari tanjakan dan turunannya. Motor bermesin 150 cc ini dapat mencapai kecepatan 100 km / jam untuk jalan datar tetapi untuk lereng dengan kemiringan sekitar 10-15 derajat hanya dapat mencapai kecepatan 80 km / jam.

Hari kedua dilanjutkan dengan tujuan pertama ke Taman Nasional Baluran, Jawa Timur untuk menikmati pesona alam di sana. Tidak mengandalkan kontrol traksi seperti model GTS 300, Vespa Sprint cukup mudah dikendalikan pada aspal berpasir.

Namun untuk traksi dan rem bisa diandalkan dengan aplikasi ABS. Beberapa kali mencoba mengendarai skuter ini dan melakukan pengereman mendadak dan masih terkendali aman untuk merawat kecelakaan.

Dari Baluran perjalanan dilanjutkan ke Bromo yang dimulai dengan sedikit hujan dan menyebabkan jalan menjadi sedikit lembab. Tetapi hujan segera berhenti sampai mencapai tempat peristirahatan di daerah Bromo sambil menutup perjalanan ke Iconic Ride menggunakan Vespa Sprint 150 I-get ABS.

Meskipun perjalanannya cukup panjang dan padat, tim detikOto menganggap skuter ini cukup nyaman dan memiliki posisi mengemudi yang nyaman untuk perjalanan jauh. Tidak ada titik tumpu yang terasa terbebani saat berkendara pada bagian-bagian seperti pundak dan punggung.

Manajer Pelatih Teknis PT Piaggio Indonesia, Yudi Riswanto yang berpartisipasi dalam Peringatan 50 Tahun Vespa Primavera Iconic Ride mengatakan ini karena posisi mengemudi Vespa telah menjadi nilai utama produk Italia. "Vespa tidak terkenal untuk membuat segel, jika ada yang mengatakan bahwa Vespa tidak dapat digunakan jauh, saya katakan mereka tidak pernah menggunakan Vespa."

Kesimpulan Vespa ini cukup nyaman untuk dikendarai di dalam dan di antara kota-kota. Namun bagi Anda yang gemar mempercepat mungkin Anda tidak akan begitu puas dengan pencapaian sepeda motor ini karena lebih tepat sebagai pemberhentian dan kendaraan di kota. (rip / rgr)