Saat ini Uber memberikan tarif tambahan untuk penggunaan mobil listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA – Sistem transportasi online seperti Uber sebenarnya punya semangat untuk mengurangi polusi. Agar bisa memberikan dampak yang lebih signifikan, Uber juga berencana untuk terus meningkatkan penggunaan kendaraan listrik (EV).

Dilansir dari Green Car Report, Kamis (17/9), Uber bahkan berkomitmen untuk menerapkan sistem kendaraan EV di seluruh unit transportasi yang digunakan. Ditargetkan total rasio 100 persen bisa tercapai pada 2030.

Rencana tersebut ditargetkan dapat dilaksanakan di beberapa negara seperti Amerika, Kanada dan Eropa. Bahkan, perusahaan yang berbasis di California itu juga akan memperluas cakupan pengurangan emisi.

Di tahun yang sama, Uber juga menargetkan mampu mencapai emisi netto-nol karbon di seluruh kegiatan operasional perusahaan. Dengan begitu, Uber diharapkan mampu memberikan kontribusi yang optimal dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat.

Namun terkait EV, saat ini aplikasinya masih terkendala harga produk yang tinggi. Karenanya, Uber juga memberikan tarif tambahan untuk penggunaan EV.

Dengan skema ini, konsumen bisa memilih apakah akan menggunakan kendaraan konvensional atau menggunakan EV namun dengan biaya tambahan sekitar satu dollar AS. Meski terlihat memberatkan, diyakini bahwa rangkaian metode ini secara bertahap akan berperan dalam menurunkan harga EV.

Bersamaan dengan skema ini, Uber juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk penggunaan EV secara masif. Pasalnya, Uber juga memberikan bantuan sebesar 800 dolar AS untuk mitra pengemudi yang beralih dari kendaraan konvensional ke EV.

Selain itu, Uber juga melakukan pendekatan dengan sejumlah produsen untuk memudahkan mitra yang akan beralih. Sejumlah pabrikan yang sepakat bekerjasama antara lain General Motors (GM) dan Renault-Nissan.

Tak hanya itu, Uber juga menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia isi ulang baterai. Dengan begitu, pengemudi Uber dapat menikmati diskon khusus saat mengisi daya baterai.