Republika.co.id mencoba plug Mercedes E 300 e EQ hybrid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam beberapa dekade mendatang, orientasi produk otomotif cenderung lebih hijau melalui elektrifikasi. Sejumlah pabrikan juga telah mengambil kuda. Selain menghadirkan mobil listrik, beberapa produsen juga menjembatani masa transisi dengan menghadirkan mobil hybrid.

Strategi tersebut juga dilakukan oleh PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia. Sebagai langkah pertama, pabrikan Jerman ini juga secara resmi meluncurkan E 300 e EQ Power di Indonesia. Kali ini, Republika.co.id juga memiliki kesempatan untuk menguji keandalan produk plug-in hybrid.

Secara tampilan, sedan "hijau" ini memang tidak jauh berbeda dengan Mercedes-Benz (Mercy) E Class non hybrid. Perbedaan paling signifikan hanya terasa ketika menghidupkan mesin dan mengoperasikan mobil.

Walaupun pengemudi dapat memilih apakah akan menggunakan mesin pembakaran internal atau motor listrik, mobil ini juga dapat secara otomatis menentukan tenaga yang digunakan.

Jika mobil hanya membutuhkan sedikit dorongan, sistem akan memutuskan untuk menggunakan motor listrik. Dalam kondisi ini, E 300 e EQ Power otomatis dapat beroperasi dengan tenang. Dari dalam kabin, pengemudi hampir tidak mendengar suara apa pun kecuali suara roda yang berputar.

Dari luar, mode ini hanya akan membuat sedikit suara dari motor listrik. Meski sepi, tetapi pengemudi dapat mengendarai mobil ini hingga kecepatan 120 kilometer / jam tanpa perlu bahan bakar minyak.

Namun, jika pengemudi membutuhkan dorongan lebih untuk naik atau berakselerasi, sistem akan secara otomatis mengaktifkan mesin pembakaran internal. Kemudian, ketika daya dan kecepatan yang dibutuhkan dirasakan ditopang oleh motor listrik, sistem akan secara otomatis mematikan mesin pembakaran internal untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dan polusi udara.

Kombinasi kedua powertrain ini secara otomatis menghadirkan kesan berkendara tersendiri. Selain itu, orkestrasi antara motor listrik, mesin pembakaran internal dan transmisi 9G-Tronic yang tertanam dapat membuat mobil ini berjalan dengan nyaman, efisien, ramah lingkungan tetapi tetap agresif ketika diundang untuk berpacu dengan waktu.

Mengingat, kombinasi dari dua sistem powertrain yang ada mampu memberikan torsi 700 Nm. Tidak mengherankan, meskipun mobil dimuat dengan baterai yang berat, pengemudi masih bisa merasakan hentakan G-force ketika pedal gas tiba-tiba ditekan dalam-dalam.

Mesin sedan eksekutif ini ditenagai oleh mesin bensin 2 liter turbocharged yang mampu menghasilkan 211 tenaga kuda dan torsi 350 Nm. Sedangkan motor listrik tertanam adalah motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 122 tenaga kuda dan torsi 440 Nm.

Baterai Pendukung EQ Power yang digunakan ditenagai oleh 13,5 kWh. Soal isi ulang, dibutuhkan sekitar 6 jam untuk mengisi daya dari 0 hingga 100 persen. Tapi, jika pengisian dilakukan dengan perangkat pengisian cepat, maka waktu pengisian bisa dikurangi menjadi sekitar 2 jam.

Mode full-electric di E 300 e EQ Power memiliki daya jelajah sekitar 50 kilometer. Artinya, dengan mode ini, pengendara dapat melakukan aktivitas bisnis jangka pendek dalam keheningan dan tidak menggunakan bahan bakar sama sekali.

Memang, baterai yang tertanam mungkin hanya dapat menghemat biaya bahan bakar sekitar 5 liter saja. Namun, jika jumlahnya diakumulasikan, tentu saja jumlah bahan bakar harian yang dihemat akan cukup signifikan. Selain itu, penggunaan mode otomatis full-electric membuat mobil tidak berkontribusi panas dan polusi ke bumi.

Walaupun mobil ini telah dilengkapi dengan paket perangkat pengisian yang dapat digunakan di mana saja, tetapi pengemudi akan tetap mengalami kesulitan ketika akan menggunakan fasilitas stasiun pengisian listrik umum (SPLU). Mengingat, sinkronisasi soket yang digunakan oleh stasiun pengisian daya dan berbagai mobil dengan baterai dari sejumlah produsen lain saat ini diperlukan.

Secara umum, E 300 e EQ Power mampu memberikan kenyamanan berkendara dan kinerja E-Class yang khas. Selain itu, produk yang ditawarkan dengan harga Rp 1.899.000.000 (Off-the-road) juga dilengkapi dengan sejumlah fitur canggih seperti blind spot assist, kokpit layar lebar, Active Parking Assist dengan kamera 360 ° dan ambient pencahayaan dengan pilihan 64 warna dan Burmester Surround Sound System.

Selain itu, pengemudi juga dimanjakan oleh fitur cruise control, panorama sunroof dan sistem bantuan pengemudi seperti Lane Tracking dengan Active Lane Keeping Assist.

Untuk mengimbangi bobot yang disumbangkan oleh baterai, maka mobil ini juga menerapkan suspensi udara yang disebut Air Body Control. Dengan fitur ini, ketinggian kendaraan juga bisa disesuaikan dengan medan yang dilalui.

Sayangnya, meletakkan baterai di bagasi akan secara otomatis menyita kapasitas di bagasi mobil. Selain itu, posisi baterai yang menonjol juga membuat permukaan bagasi terlihat tidak rata dan kurang bersih.