Jakarta –

Mobil yang viral terbakar saat mengisi bensin di SPBU Diponegoro, Palu, Sulawesi Selatan. Awalnya, ada ledakan dari dalam mobil yang membuat pengemudinya keluar. Apa potensi kebakaran dari dalam mobil?

Koordinator Eksekutif Divisi Pelayanan Teknis PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi menjelaskan, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengemudi mobil tersebut. Namun, ada beberapa hal yang berpotensi menimbulkan letusan dari dalam kabin mobil, yakni menyimpan bahan yang mudah terbakar di dalam mobil.

Bisa jadi (penyebabnya) gas korek, parfum kalengan kalo nyala api, ”kata Bambang saat dihubungi detik.com, Selasa (15/9).

“Kalau (modifikasi elektrik) audio biasanya langsung meleleh tidak sampai meledak atau meletus,” tambah Bambang.

Dalam video berdurasi 33 detik tersebut, Anda bisa melihat tiba-tiba terjadi ledakan kecil di dalam mobil, pengemudi langsung turun dari mobil. Tak lama kemudian, petugas SPBU langsung mencabut nosel dari tangki.

Saat ada percikan api, pengguna mobil langsung melesat ke depan. Sangat riskan, tapi berhasil mencegah kebakaran semakin parah jika menghantam mesin SPBU. Para pegawai SPBU juga dengan sigap mengambil APAR. pic.twitter.com/9t6j9bfSa1

– Gie Wahyudi (@giewahyudi) 14 September 2020

Beberapa detik kemudian, pengemudi nekat kembali ke mobilnya dan langsung tancap gas untuk segera menjauhkan mobilnya dari area SPBU. Kemudian api mulai menyala dan diikuti asap tebal dari depan mobil.

Halaman Auto2000 juga menyebutkan bahwa kebakaran di dalam mobil juga disebabkan oleh penyimpanan barang yang mudah terbakar di dalam mobil. Barang-barang seperti bensin, tiner, parfum cair, atau korek api gas mudah terbakar saat disimpan di kabin. Apalagi jika mobil diparkir di ruang terbuka dalam waktu lama. Benda-benda tersebut mengandung bahan aktif yang jika diletakkan di ruang tertutup dengan suhu udara tinggi berpotensi menimbulkan kebakaran dan menimbulkan kebakaran.

Faktor lain yang dapat menyebabkan kebakaran adalah modifikasi sistem kelistrikan. Sistem kelistrikan yang dimodifikasi secara sembarangan dapat menyebabkan korsleting.

Lalu, bermain di HP kamu bisa menyebabkan kebakaran juga? Beberapa waktu lalu Vice President Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman dilarang menggunakannya karena berpotensi membahayakan.

“Potensi bahaya penggunaan ponsel dan produk elektronik portabel (PEP) adalah saat perangkat dalam mode aktif,” kata Fajriyah.

“Karena dipakai atau saat ada panggilan masuk, percikan api dari rangkaian aki dengan penutup (casing) yang didesain tidak kedap gas berpotensi menimbulkan percikan api yang mengakibatkan kebakaran saat berada di Atmosfir Peledak ( hazardous zone) 1, oleh karena itu dilarang menggunakan handphone dan PEP. Area dispenser SPBU dan bongkar muat mobil tangki, ”tambah Fajriyah.

Tonton video "Mobil terbakar di jalan raya dalam kota ke arah Cawang, macet"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)