Uni Eropa akan mengumumkan RUU itu bulan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS – Komisi Uni Eropa segera menyetujui aturan untuk menggunakan Wi-Fi di mobil. Ini sejalan dengan langkah-langkah Volkswagen (VW) dan Renault yang merupakan pionir dalam investasi teknologi perangkat 5G dalam kendaraan.

Para pemimpin Uni Eropa akan mengumumkan RUU bulan depan, menunggu masukan dari negara-negara anggota sebelum menerapkannya tahun depan, Reuters melaporkan pada hari Jumat. Keputusan ini sangat penting bagi pembuat mobil dan operator telekomunikasi dan pembuat peralatan karena pasar mobil yang terhubung internet diperkirakan akan menghasilkan miliaran euro per tahun uang.

Saat ini, beberapa model mobil yang terhubung tersedia di Eropa. Para pembuat kebijakan di Benua Biru bergegas untuk membuat peraturan yang mendorong kerjasama antara produsen untuk menghasilkan mobil yang lebih aman dan lebih efisien melalui peraturan-peraturan ini.

Kehadiran perlindungan hukum dan spesifikasi teknis yang menjadi standar pada mobil terhubung 5G tidak hanya menguntungkan produsen, tetapi juga meyakinkan konsumen untuk membeli kendaraan teknologi baru. Rancangan aturan yang didapat oleh Reuters diklaim membuka jalan bagi mobil yang dilengkapi dengan Wi-Fi yang disebut ITS-G5 untuk mulai bekerja di Eropa tahun depan.

Regulator akan meninjau aturan tiga tahun setelah proses implementasi dengan mempertimbangkan teknologi baru yang digunakan. Jika Eropa memutuskan untuk menggunakan teknologi ITS-G5, teknologi 5G saingan yang disebut C-V2X membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk mendapatkan persetujuan dari Uni Eropa.

Namun demikian, produsen mobil yang sudah menggunakan C-V2X berharap proses persetujuan dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat. Volkswagen, Renault, NXP, Autotalks, dan Kapsch TrafficCom adalah grup yang menggerakkan teknologi ITS-G5.

Menurut mereka, ITS-G5 telah diuji dengan benar dan sepenuhnya sesuai dengan standar dalam proyek-proyek yang didanai pemerintah Eropa. Namun, nama besar termasuk Daimler, Ford, PSA Group, Deutsche Telekom, Ericsson, Huawei, Intel, Qualcomm, dan Samsung, tetapi mengatakan bahwa sistem C-V2X memiliki rentang aplikasi yang lebih luas dan lebih banyak dukungan untuk pembaruan di masa mendatang.