Arteon PHEV ditawarkan dalam dua format yaitu hatchback dan estate atau gerobak.

REPUBLIKA.CO.ID, WOLFSBURG – Volkswagen (VW) telah memperkenalkan penyegaran untuk produk-produk Arteon. Selain menyegarkan melalui sejumlah fitur, pabrikan Jerman ini juga menambah varian powertrain kendaraan listrik hibrida plug-in.

Dilanisr dari Electrive, Senin (29/6), varian Arteon PHEV ditawarkan dalam dua format yaitu hatchback dan estate atau gerobak. Artinya, mobil ini diharapkan mampu menghadirkan selera dan kebutuhan setiap konsumen.

Meski belum disebutkan tentang daya jelajah atau daya jelajah dalam mode listrik penuh, namun VW mengatakan bahwa kombinasi baterai dan motor listrik tertanam akan mampu memenuhi mobilitas sehari-hari tanpa emisi. Torsi juga diklaim cukup mumpuni karena motor listrik yang digunakan adalah motor dengan kemampuan 160 kW.

Melalui penyegaran yang dilakukan, produk ini juga didukung oleh perubahan interior dan sistem infotainment. Sekarang, Arteon juga dilengkapi dengan fitur Travel Assist yang menghadirkan sistem kontrol otonom hingga kecepatan 210 kilometer / jam.

Namun, hingga kini pabrikan belum mengkonfirmasi harga dan kapan produk itu bisa dipasarkan. Namun yang pasti, kehadiran varian PHEV ini juga membuktikan bahwa VW berkomitmen menghadirkan produk yang dapat menjembatani transisi ke era mobil listrik.

Volswagen Group adalah salah satu konglomerat otomotif yang cukup agresif dalam menggarap potensi pasar mobil listrik. Ini dibuktikan dengan berbagai infrastruktur yang telah disiapkan untuk membawa kendaraan listrik (EV).

Dilansir dari sumber yang sama di bulan Mei, salah satu infrastruktur yang telah disiapkan oleh VW adalah dalam bentuk fasilitas produksi baterai. Melalui skema produksi independen yang direncanakan, tampak bahwa VW memang fokus untuk membawa EV dengan harga terjangkau karena VW tampaknya ingin menekan ketergantungannya pada sejumlah pemasok baterai.

Pembentukan pabrik ini sendiri merupakan perusahaan patungan antara VW dan Northvolt. Untuk merealisasikan hal ini, pabrikan Jerman juga telah menginvestasikan 450 juta euro.

Pabrik ini direncanakan akan mulai konstruksi pada akhir tahun ini. Kemudian, fasilitas produksi sel baterai ini akan mulai beroperasi pada 2023 atau 2024. Pada tahap awal, kapasitas produksi yang direncanakan adalah 16 GWh atau setara dengan pasokan sekitar 320 ribu mobil listrik.