Jakarta – Seperti Jakarta, kota Semarang mulai memobilisasi untuk dapat menerapkan bahan bakar gas (CNG) ke kendaraan umum seperti Bus Rapid Transit (BRT). Mengenai pasokan gas, masyarakat Semarang tenang. Karena pemerintah Semarang akan memastikan pasokan bahan bakar gas (CNG) yang aman.

Karena pemerintah Semarang segera menghubungi sekretaris ESDM untuk terus menyediakan pasokan CNG. Seperti disampaikan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (1/9/2019) kemarin.

"Ia telah mengirim surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk kelanjutan pasokan gas dan ditindaklanjuti dengan penugasan Pemerintah kepada Pertamina, untuk menyediakan gas dan mengaktifkan 3 SPBG yang ada (di Mangkang, Kaligawe dan Penggaron), "kata Hendrar.

Selain itu, Hendrar juga mengatakan akan ada dua mobil pengisian bahan bakar standar di Semarang.

"Serta mengalokasikan 2 unit Mobil Bahan Bakar untuk siaga di Semarang. Dan untuk pasokan gas, ada juga kontrak jual beli, antara Trans Semarang dan Pertagas," tambahnya.

Sebagai catatan, saat ini ada pengisian gas aktif di Semarang, yaitu Tambak Aji atau kantor Dinas Perhubungan Kota Semarang. (lth / ddn)