Demak –

Membeli Honda Scoopy seharga Rp 20,6 juta dengan koin di Demak membuat dealer bekerja ekstra. Dealer motor Honda di Demak mengerahkan hingga 6 petugas untuk menghitung koin.

Bayu, salah satu karyawan promosi dealer Cendana Harum Demak mengaku, pembelian sepeda motor dengan koin merupakan yang kedua kalinya terjadi di dealer. Meski begitu, dealer menerimanya dengan baik.

“Sudah dua kali kali ini, yang sebelumnya koin Rp 500 rupiah, nominalnya hanya Rp 8 juta. Beli Honda BeAt,” kata Bayu saat dihubungi detik.com, Minggu (6/6 /) 9/2020).

Dealer mengerahkan hingga 6 karyawan untuk menghitung semua koin yang dibawa oleh pembeli bernama Siti Barokah. Butuh waktu dua hingga tiga jam untuk menghitung koin senilai Rp 14.250.000.

Uang kertas Rp 1.000 disimpan dalam galon air Foto: Instagram Pool (cendana.demak)

“Ya, semua koin Rp 1.000 itu, kira-kira dua sampai tiga jam, karena terhitung 5 atau 6 orang,” imbuh Bayu.

Uang logam yang dia gunakan untuk membayar sepeda motor itu hanya Rp. 1.000 dalam denominasi. Awalnya Siti datang ke diler dengan hanya membawa satu galon uang kembalian. Karena masih kurang, Siti bernegosiasi dengan diler apakah kekurangan tersebut akan dibayar tunai saat motor diantar pulang.

“Untuk kekurangannya bayar di rumah Mas, sekaligus kirim unit Scoopy. Nominal sisanya Rp 5.750.000,” kata Bayu.

Fakta ini sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Pasal 21 menyebutkan, rupiah harus digunakan dalam setiap transaksi yang memiliki tujuan pembayaran. Sedangkan pasal 23 mengatur bahwa setiap orang dilarang menerima rupiah.

“Dealer kami mengutamakan pelayanan tanpa membedakan siapa konsumennya. Yang penting koin atau uang kertas sesuai dengan nominal kesepakatan harga,” imbuhnya.

Tonton video "Pria di Banyuwangi Beli NMAX dengan Koin"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / lua)