Jakarta –

Warga Depok, Jawa Barat, Ismet memprotes karena tidak bisa mendapatkan dispensasi perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya saat pandemi yang diberlakukan Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. Apalagi, berbagai informasi menyebutkan pemilik SIM yang meninggal pada bulan tersebut akan mendapat keringanan hingga Agustus 2020.

Mendengar kabar tersebut, Iptu Nurull Kamila Wati, STK, M.Si, Kapolsek Depok, Jawa Barat, memberikan tanggapannya kepada detikOto.

“Dispensasi perpanjangan SIM diberikan kepada SIM yang habis masa berlakunya pada 17 Maret-29 Mei 2020, dan dapat diperpanjang mulai 2 Juni hingga 31 Agustus 2020. Jika ada masyarakat yang menginginkan penjelasan terkait masalah SIM, dengan senang hati datang ke Satpas 1221, Polres Metro Depok, "tulis pesan singkat Nurull kepada detikOto.

Namun, Nurul mengatakan, laporan warga bernama Ismet akan diteruskan dan diakomodir serta diteruskan sebagai wujud petugas ' kepedulian terhadap keluhan masyarakat khususnya warga Depok.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ismet mengeluhkan tidak bisa mendapatkan dispensasi SIM yang habis pada Juni 2020. Membaca pengumuman dispensasi SIM, ia akhirnya memperpanjang SIM pada Agustus. Namun dia ditolak dan harus membuat SIM dari awal.

“Jadi saya dan istri saya bulan Juni (SIMnya habis). Saya tanggal 17 Juni 2020. Istri saya Mei 2020. Selama masa PSBB awal April, kami tinggal di rumah, jadi kami semua tinggal di rumah, Saya tinggal di rumah. Baca dan baca berita, jadi saya lebih tenang karena kantor polisi juga tutup, ”Ismet memulai.

Artinya SIM saya habis bulan itu. Karena saya baca berita mati di bulan Juni tidak apa-apa saya tinggal di rumah. Saya baca beritanya lagi, bisa diurus sampai Agustus 2020, baru akhirnya saya urus. itu pada Agustus 2020. Ternyata di Depok ada dua. Polisi, ada Polres Depok dan Polsek Pasar Segar, sama-sama saya datangi. Bahkan keduanya bilang hanya sampai akhir Mei bisa diperpanjang (bisa disalurkan), ”lanjut Ismet.

Dengan berat hati, Ismet harus pulang dengan tangan hampa tanpa bisa memperpanjang SIM-nya. Hanya dapat memperbarui surat izin istri Ismet.

“Di Spanduk Surat Izin Mengemudi yang mati mulai tanggal ini hingga 29 Mei 2020, bisa diperpanjang hingga Agustus 2020. Akhirnya saya baru saja memperpanjang SIM istri saya. Dalam hal ini, Saya ke Polsek Pasar Segar (untuk mengurusnya). Akhirnya saya ke Polres Depok untuk konfirmasi lagi, akhirnya dibilang benar. Kata petugas polisi kalau bulan Juni tidak bisa dilakukan , kamu harus bikin yang baru. Akhirnya aku pulang, "kata Ismet.

“Jadi minggu depan terpaksa saya bikin yang baru, saya coba bikin yang baru tapi enggak mau nembak atau lewat jalur belakang. Saya mau bikin sesuai aturan, toh aturannya harus ditaati, makanya saya pakai aturannya dan saya mendaftar untuk membuat SIM A dan C. Ada tes kesehatan, ada pembayaran asuransi, ada tes tertulis dan kedua tes itu lulus. Lalu ada tes praktik, "tambah Ismet.

Sayangnya, saat Ismet melakukan tes praktik untuk mendapatkan SIM baru, Ismet gagal. Padahal, Ismet sudah mendaftar sebanyak 3 kali dan menjajal tes SIM pick-up di Depok, Jawa Barat.

Mobil untuk tes pakai Grand Max tidak bisa manual, tes pertama gagal. Motor gagal, karena saya tidak terbiasa membawa motor. Karena motor harus pakai motor. Motor di Polsek Mereknya Yamaha Transmisi Matic, Saya pilih matic sama seperti milik saya (Automatic motor) Tapi tetap gasnya beda dan remnya beda jadi tidak stabil akhirnya gagal. Hari sabtu. Dan bulan September 12 Saya menjalani tes ketiga saya, setiap Sabtu saya pergi ke sana, "kata Ismet.

“Saya berlatih selama 3 minggu, tes pertama Agustus-September lalu. Saat tes pertama gagal pada hari sabtu, hari minggu saya berlatih mengendarai motor dengan mengantarkan anak saya. Saya menggunakan motor sendiri agar lancar, karena motor disana berbeda. Pada tes selanjutnya Area latihan untuk mobil digunakan untuk parkir. Intinya saya gagal tes pertama, kemudian minggu berikutnya saya datang untuk belajar, dan minggu kedua saya tes lagi tapi masih gagal mobil dan motor, dan tes ketiga akhirnya saya putus asa. Ini 2 minggu saya di rumah, kata istri saya nanti setelah pandemi ini berakhir, ”kata Ismet.

Aparat juga bertindak cepat agar pengaduan masyarakat dapat ditangani dengan baik.

Tonton Video "Polri Masih Tutup Layanan SIM-STNK Hingga 29 Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)