Jakarta –

Massa buruh berencana melakukan aksi mogok nasional dan melakukan aksi unjuk rasa pada 6-8 Oktober 2020 sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat menghindari empat titik ruas jalan di sekitar Gedung DPR RI.

Hindari jalur di sekitar gedung DPR / MPR, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Gelora, Jalan Palmerah Timur, dan Jalan Gatot Subroto, ”tulis akun TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, Senin (5/10/2020). .

Polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas. Jalanan di sekitar Gedung DPR akan dibelokkan. Kemudian pintu keluar tol Pulodua juga akan ditutup sementara, lalu lintas akan diluruskan ke tol Tomang.

Berikut detail rekayasa lalu lintas:

– Arus lalu lintas dari Jl. Palmerah Timur menuju Jl. Gelora diluruskan menjadi Jl. Tentara Pelajar

– Arus lalu lintas dari Jl. Gerbang Pemuda menuju Jl. Gelora Belok kiri Jl. Asia Afrika

Arus lalu lintas dari Tol Dalam Kota yang akan keluar di offramp Pulodua akan disejajarkan menuju Jalan Tol Tomang

– Arus lalu lintas dari Jl. Gerbang Pemuda menuju Jl. Gatot Subroto kembali ke Doorbrak di depan pintu 10 menuju Jl. Youth Gate kembali.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pekerja berencana melakukan aksi mogok nasional pada 6-8 Oktober. Langkah ini sebagai bentuk penolakan RUU penciptaan karya omnibus law.

“Sampai sore ini 25 provinsi sudah siap bergabung dari 32 federasi dan konfederasi. Ada sekitar 3.000 perusahaan, tidak semua perusahaan. Ada kelas menengah ke atas, ada juga yang kecil. Tapi kelas kecil tidak ikut, biar UMKM sendiri. Mayoritas ikut. Perusahaan menengah ke besar, otomotif, elektronik, retail, farmasi, kimia, energi. Diperkirakan 2 juta orang, "kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada detikcom , Jumat (2/10/2020).

Dua juta pekerja ini akan melakukan demonstrasi secara tersebar, dan memprioritaskan di lingkungan perusahaan / pabrik. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 saat demonstrasi.

Saksikan Video "Jika Pembahasan RUU Cipta Kerja Tidak Berhenti, Massa Ancam Perburuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)