Jakarta – Segmen mobil Low Cost Green Car (LCGC) masih menjadi salah satu daya tarik di masyarakat Indonesia. Terbukti dari data partai besar (dari pabrik hingga dealer) dari Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2018 LCGC mengambil posisi ketiga yang diperoleh Calya sebanyak 63.970 unit.

Melihat potensi pasar, Wuling, yang terkenal dengan produknya yang lebih murah, akan bermain di segmen LCGC?

Menurut Direktur Merek dan Pemasaran Wuling Motors, Yin Yi tidak menyangkal bahwa ia masih mempelajari segmen tersebut. Dia menjelaskan bahwa mereka ingin berada di arus utama segmen mobil penumpang di negara ini.

"Kami masih dalam tahap pembelajaran, jadi LCGC memiliki pasar sendiri. Jika kami sudah mendapatkan profil pelanggan, persyaratan apa, kebutuhan, jika kami sudah mendapatkan dan ada pasar yang akan kami pertimbangkan," kata Yin Yi setelah pers konferensi di wilayah Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Yin Yi mengungkapkan bahwa pasar LCGC di Indonesia memang sangat besar, dalam lima tahun ke depan itu adalah waktu yang lama bagi Wuling untuk dapat membuat keputusan.

"LCGC juga bukan hanya nilai, tetapi efisiensinya juga bagus di seluruh dunia. Untuk pasar LCGC karena ECO (ramah lingkungan) dan nilainya baik, masa depan akan meningkat," kata Yin Yi.

Untuk membuktikan diri di industri otomotif di negara ini, Wuling saat ini melengkapi lini produknya di segmen SUV, Almaz. Setelah dua tahun sebelumnya secara bertahap diperkenalkan Confero, Cortez, dan Formo. (riar / lth)