Persaingan yang kompetitif akan membuat produsen mobil mengembangkan produk mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mitsubishi Xpander siap bersaing di segmen low MPV (multi purpose vehicle) dalam menghadapi Toyota Avanza baru dan Daihatsu Xenia yang diluncurkan pada Selasa (14/1).

"Persaingan semakin ketat dan Xpander siap bersaing di pasar MPV dan pasar yang sedang berkembang ini," kata Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro pada konferensi pers yang diadakan di Senayan, Jakarta , Rabu (16/1).

Irwan mengatakan kehadiran facelift Avanza dan Xenia dapat meningkatkan persaingan di segmen MPV rendah. Adanya persaingan yang kompetitif akan membuat produsen mobil lebih bersemangat untuk mengembangkan produk mereka sebaik mungkin.

Menurut Irwan, suasana kompetitif ini sangat positif karena pada akhirnya konsumen akan mendapatkan produk terbaik yang mereka butuhkan. Dia optimis Xpander akan tetap menjadi mobil pilihan bagi banyak orang Indonesia.

Xpander memiliki sejumlah keunggulan, seperti kabin yang luas, memiliki tingkat keheningan yang tinggi, kinerja yang andal, fitur-fitur canggih, dan telah berhasil memenangkan sejumlah penghargaan. Ini diyakini mampu menarik konsumen untuk memilih mobil yang total langganannya hingga 2018 telah mencapai 115 ribu unit.

"Jadi sudah diterima dengan baik oleh masyarakat dan dari sisi kompetisi kita Xpander berkompetisi di posisi teratas. Itulah yang membuat peta kompetisi berubah dan kita mampu bersaing di posisi teratas," kata Irwan.

Presiden Direktur PT MMKSI Naoya Nakamura menyambut baik kehadiran Avanza dan Xenia baru. Dia mengatakan bahwa dengan hadirnya dua model baru, itu bisa memperbesar segmen MPV rendah di negara ini.

"Kami mengucapkan selamat kepada Toyota dan Daihatsu karena meluncurkan Avanza dan Xenia. Setelah diluncurkan, segmen MPV kecil akan menjadi lebih besar di Indonesia," katanya.

Nakamura mengaku telah melihat secara langsung penampilan Avanza baru. Menurutnya, tidak ada perubahan signifikan dari penampilan mobil berjuluk "kendaraan sejuta orang".

Nakamura melihat ini sebagai keuntungan, karena tidak mengesampingkan kemungkinan orang yang awalnya ingin membeli Avanza baru, sebaliknya mereka beralih memilih Mitsubishi Xpander setelah melihat desain Avanza yang dinilai tidak terlalu banyak berubah. "Kesan awal yang saya lihat tidak terlalu banyak perubahan. Jadi dengan melihat desainnya, konsumen yang berharap lebih pada Avanza Xenia malah bisa beralih ke Xpander. Jadi ini adalah peluang bisnis untuk Mitsubishi," kata Nakamura.