Jakarta – Tidak seperti kendaraan konvensional pada umumnya, sepeda motor atau mobil listrik tidak membuat kebisingan. Saat menjalankan sepeda motor dan mobil listrik suaranya sangat halus. Suara hanya muncul dari ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan dan aerodinamika mobil pada kecepatan tertentu.

Ini tentu berbahaya bagi pengguna jalan lainnya. Pengguna jalan lainnya tidak dapat menyadari keberadaannya saat berkendara. Di Inggris saja 40 persen kecelakaan disebabkan oleh kendaraan listrik.

Tidak adanya mesin pembakaran membuat motor dan mobil listrik tidak mengeluarkan suara. Ini tentu berbeda dengan kendaraan konvensional yang menggunakan BBM. Banyak komponen di dalam mobil harus bekerja untuk menimbulkan kebisingan. Sepeda motor dan mobil listrik juga tidak memiliki knalpot karena tidak ada emisi gas yang harus dibuang. Suara yang tidak terdengar dari sepeda motor listrik juga membuat Presiden Joko Widodo bingung ketika mencoba Gesit di Istana Negara. Jokowi mengatakan dia sudah terbiasa dengan & # 39; greng-greng & # 39; terdengar suara sepeda motor.

"Saya mencobanya karena saya tidak memiliki suara knalpot. Saya suka yang & # 39; greng-greng & # 39; satu. Greng tampaknya tidak menyesuaikan sedikit karena tidak ada knalpot, ada tidak ada suara, greng sangat halus dan sangat ramah lingkungan, "kata Jokowi setelah 3 menit berjalan di sekitar Gesits.

Berbicara tentang suara motor listrik di Indonesia, sebenarnya diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.33 tahun 2018 pasal 23. Dalam artikel itu dinyatakan bahwa untuk memenuhi aspek keselamatan, kendaraan listrik harus dilengkapi dengan suara tingkat dan jenis suara tertentu.

Dalam artikel itu juga tertulis suara kendaraan listrik serendah 31 desibel dan tertinggi tidak melebihi ambang kendaraan bermotor menggunakan motor bakar biasa.

"Tingkat kebisingan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) minimum adalah sebagai berikut:
Sebuah. dengan kecepatan 10 (sepuluh) km / jam paling sedikit 50 (lima puluh) desibel;
b. dengan kecepatan 20 (dua puluh) km / jam minimum 65 (enam puluh lima) desibel;
c. untuk mundur minimal 47 (empat puluh tujuh) desibel, "jelas pasal 23 ayat 5.

Suara kendaraan listrik juga tidak boleh menyerupai suara binatang, sirene, tanduk, dan musik. tingkat kebisingan kendaraan bermotor listrik mengikuti tingkat kecepatan motor.

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015, sepeda motor Gesits harus menunda waktu peluncuran. Awalnya dijadwalkan untuk Agustus 2018, Gesits harus bersabar sampai Januari 2019.

Agar dapat bersaing dengan mesin bermotor konvensional lainnya di Indonesia, Gesits akan dijual dengan harga sekitar Rp 20 juta. (kering / ruk)