Belitung – Negeri Laskar Pelangi, Belitung, terkenal karena keindahan alamnya dan masakannya yang lezat. Namun untuk detikOto, ada satu lagi hal menarik yang tidak menemukan kemacetan lalu lintas.

Bahkan, jalan dari Belitung Timur ke pusat kota cenderung tenang. Warga Belitung, Fadli, mengatakan tidak banyak kendaraan, terutama mobil di daerah ini. Karena tidak ada banyak tur perkotaan yang khas seperti pusat perbelanjaan atau mal yang dapat ditemukan.

"Ketika saya mengatakan jarak 1 jam, misalnya, itu benar-benar 1 jam. Karena di sini kendaraan masih sangat sepi. Bahkan lampu lalu lintas atau yang disebut & # 39; berhenti & # 39; bisa dihitung jari-jari," jelas Fadli saat berbincang dengan detikOto di Tanjung Pandan, Belitung.

"Karena kebanyakan orang di sini hanya pergi ke sawah atau orang lain. Tidak ada mall. Jadi tidak ada macet seperti Jakarta. Sebaliknya, jika mobil berhenti karena ada lampu lalu lintas," lanjutnya.

Namun dia tidak dapat menyangkal bahwa dalam beberapa tahun ke depan Belitung akan penuh sesak dengan kendaraan. Karena akses untuk memiliki dua atau lebih kendaraan beroda mudah dan murah. Ini (kemudahan kredit kendaraan) tentu akan perlahan-lahan menggeser kebiasaan warga dari menggunakan transportasi umum ke kendaraan pribadi.

"Ya, mungkin dalam beberapa tahun ke depan, selama 8 tahun atau 10 tahun, misalnya, Belitung akan penuh sesak dengan kendaraan karena mulai memasuki kredit kendaraan," kata Fadli.

Otolovers berpikir untuk berlibur di Belitung, jangan lupa untuk berhenti dengan replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi yang masih dilestarikan oleh keaslian. Jika Anda ingin minum kopi, Otolovers dapat datang ke kota Manggar yang terkenal sebagai Kota 1.001 Warung Kopi karena banyak kedai kopi di pinggir jalan.

(ruk / ddn)